Belum selesainya proses naturalisasi terhadap Alberto Goncalves dan Esteban Viscarra memaksa Rahmad Darmawan kembali memutar otak saat Sriwijaya FC bertemu Arema FC, Minggu (4/2) malam di stadion Manahan Solo di babak 8 besar turnamen Piala Presiden.

Pelatih laskar wong kito ini kembali harus memilih 4 dari total 6 legiun asing yang dimilikinya saat bersua Singo Edan nantinya. “Saya cukup puas dengan performa pemain asing SFC saat ini, memang saya belum bisa memainkan mereka secara bersamaan karena proses naturalisasi belum selesai. Tetapi saya tegaskan bahwa dalam proses pemilihan yang bermain bukan dari puas atau tidak, tetapi kebutuhan tim,” ujarnya saat dihubungi Sabtu (3/2) sore.

Terkait tim lawan yang dipastikan kehilangan 2 pilar asingnya, RD mengaku hal ini bukan sebuah keuntungan dan justru akan melecut semangat bermain Arema FC. “Saya selalu ingatkan, baik melawan siapapun bahwa jangan pernah melihat tim itu denga atau tanpa pemain si A, B atau C. Yang terpenting itu bagaimana cara kita bermain, jadi bukan Arema tanpa Arthur atau Thiago,” bebernya.

Selain itu, RD juga meyakini kekuatan Arema tidak aja menurun walaupun tanpa 2 pemain asingnya tersebut. “Mereka punya kerjasama dan kekompakan yang sangat baik. Apalagi kebanyakan sudah bersama-sama sejak lama, banyak pemain yang sudah lama dan sejak saya melatih disana masih menjadi pilar seperti Hendro Siswanto, Dendi Santoso dan Alfarizi,” pungkasnya.

Artikel Terkait