PALEMBANG — Ratusan warga asal Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kedatangan masyarakat asal Banyuasin tersebut ingin menagih janji Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel atas penyelesaian sengketa lahan milik warga dengan perusahaan swasta di daerah tersebut.

Koordinator lapangan, Pathul mengatakan, pihaknya selaku masyarakat adat berhak atas tanah desa yang dipakai oleh PT Lembu Langkan Farm yang saat ini sudah dikuasai dan diambil alih oleh PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), padahal perizinan tersebut sudah berakhir tahun 2001 silam.

“Seharusnya tanah tersebut sudah dikembalikan lagi kepada masyarakat, akan tetapi sampai saat ini tidak pernah dilakukan, bahkan sudah beralih ke pihak lain yakni PT SMS,” ucapnya pada awak media, Senin (06/03).

Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini masyarakat Desa Lebung dan Desa Rantau Harapan menggantungkan hidup dari lahan tanah pertanian dan perkebunan tersebut.

“90 persen warga merupakan petani, adanya permasalahan ini tentu sangat berdampak pada masyarakat, yang mana penghasilan dan pendapatan warga didapat dari bidang pertanian,” ungkapnya.

Pathul juga menuturkan, pihaknya meminta keadilan dan menindak tegas PT SMS yang dinilai telah mengambil tanah warga.

“Kami ingin tanah kami yang luasnya sekitar 2000 hektar dikembalikan. Juga menginginkan instansi terkait untuk membatalkan seluruh izin yang diberikan kepada PT SMS, karena tida sesuai dan bertentangan dengan prosedur hukum yang berlaku, serta telah melanggar hak masyarakat desa,” singkatnya. (juniara)

Artikel Terkait