PALI — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten PALI tahun anggaran 2016 mulai di bahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI dalam forum rapat paripurna, Senin (26/9) di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten PALI.

Rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum atas nama fraksi-fraksi Dewan terhadap Raperda APBD-P yang sudah disampaikan oleh Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony pada rapat paripurna sebelumnya yang digelar pada Kamis (22/9), dibuka wakil ketua I DPRD PALI Devi Haryanto dengan diikuti oleh 19 orang dari jumlah 24 anggota Dewan dan dihadiri juga Bupati PALI Heri Amalindo Wabup Ferdian Andreas Lacony serta sejumlah SKPD dan FKPD di lingkup pemerintahan Kabupaten PALI.

Dalam pemandangan umumnya, hampir semua fraksi menyoroti penurunan pendapatan yang masuk ke kas daerah Kabupaten PALI, dan mengusulkan agar seluruh kepala SKPD atau pejabat di pemerintahan PALI untuk meningkatkan kinerja untuk meningkatkan pendapatan serta mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat.

“Menurunnya pendapatan asli daerah menjadi pekerjaan rumah (PR) kita semua.Kami menyarankan agar seluruh pejabat harus meningkatkan kinerjanya agar pendapatan kita meningkat. Dan menyikapi adanya pemangkasan oleh pemerintah pusat,seluruh instansi harus melakukan penghematan,” papar Adi Warsito yang menyampaikan pemandangan umumnya atas nama fraksi PDIP.

Mengenai rencana pemerintah kabupaten PALI yang akan melakukan pinjaman kepada pihak lain atau kepada pihak Perbankan untuk menutupi defisit, fraksi partai Demokrat dan PAN menyarankan pemerintah harus melihat resikonya.

“Walau pinjaman daerah sudah sesuai dengan undang-undang, namun terlebih dahulu harus digodok dan melihat resiko yang dihadapi ke depan, serta harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” ungkap Abdul Awam, yang mewakili fraksi Demokrat dalam penyampaian pemandangan umumnya.

Ditambahkan Darmadi Suhaimi dari fraksi Demokrat yang mengajak instrospeksi diri dan melakukan pembenahan agar kedepannya tidak terjadi hal yang sama.

Sementara fraksi Golkar yang disampaikan Irwan, fraksi Gabungan Nasional Hati Berbintang yang disampaikan Iip Fitriansyah serta fraksi Gabungan P3KS yang disampaikan Edi Eka Puryadi, mengajak mengevaluasi dan mengoreksi penyebab menurunya pendapatan asli daerah serta memaklumi keadaan keuangan Negara saat ini.

Seluruh fraksi juga menyarankan agar Bupati PALI memberikan jawaban, paparan dan penjelasan dihadapan Dewan,serta rincian APBD-P agar bisa dibahas oleh komisi-komisi dan bisa segera ditetapkan menjadi Perda.

Rapat paripurna akan kembali digelar pada Rabu (28/9) dengan agenda penyampaian jawaban Bupati atas pemandangan umum atas nama fraksi-fraksi DPRD PALI. (yudhi)

RelatedPost