PALEMBANG — Banyak rangkaian acara yang digelar dalam puncak peringatan HUT TNI yang ke – 71, salah satunya pegelaran drama kolosal Sultan Mahmud Badaruddin I di lapangan Gelora Sriwijaya, Jasdam II/Swj Km 9 Palembang, Rabu (05/10).

Pagelaran drama kolosal yang melibatkan lebih dari 300 orang, terdiri dari prajurit dan PNS jajaran Kodam II/Sriwijaya se-Garnizun Palembang, Personel dari Lanal dan Lanud Palembang, para pemuda dan komponen masyarakat lainnya.

Pagelaran Drama Kolosal Sultan Mahmud Badarudin-I di bawah koodinator materi Kolonel Caj Eko Waluyo Setyantoro, yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Ajendam II/Swj. Sedangkan untuk referensinya, berasal dari literatur maupun hasil pengumpulan data dan wawancara dengan penulis sejarah Palembang serta bahan-bahan dari Dinas Museum, SMB II Palembang.

Pemeran Utama Sultan Mahmud Badarudin-I, Mayor Drs H sopyanuddin Sinaga dari Ajendam II/sjy berbangga hati memeran tokoh inspirasi dan tokoh perjuangan Sumsel . “senang sekali bisa berperan sebagai¬†¬† Sultan Mahmud Badarudin-I, kita bisa mengiukut jejak jejak sultan, ”¬† Ucapnya

Selain bangga Sopyan juga mencoba untuk memahami perjuangan dan pembelajaran bagaimana para pejuangan membela negara ini.
“Belajar dari sejarah, kita tidak bisa melupakan perjuangan dari para pahlawan. terutama membangun cita cita SMB II karena membangun negara ini tidak mudah,” ungkap Sopyan

Sebelumnya Kapendam II/Swj Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar, menjelaskan bahwa sesuai perintah dari Pimpinan bahwa untuk kegiatan HUT TNI, masing-masing Kotama diperintahkan untuk menampilkan drama kolosal tokoh pahlawan yang berasal dari daerah masing-masing. Pada momen HUT TNI tahun 2016 ini, Kodam II/Sriwijaya menampilkan drama tokoh Sultan Mahmud Badarudin-I.
“Tujuan juga untuk memelihara dan meningkatkan semangat kejuangan para prajurit TNI maupun masyarakat serta diharapkan mampu mentauladani semangat kepahlawanan maupun nilai-nilai kejuangan Sultan Mahmud Badarudin-I, yang terkenal dengan kegigihan, kepribadian dan semangat juang yang tidak kenal menyerah,” ungkap Syaepul Mukti Ginanjar. (juniara)

RelatedPost