PALEMBANG — Untuk menanamkan sikap kebersamaan antar masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mengantisipasi adanya konflik ditengah arus globalisasi. Puluhan organisasi kepemudaan dan keagamaan menggelar deklarasi Gerakan Bhineka Tunggal Ika di halaman Taman Makam Pahlawan (TMP) Palembang, Rabu (26/10).

Tokoh inspirasi provinsi Sumsel, Belman Karmuda, usai mengatakan bahwa heterogenitas bangsa Indonesia adalah suatu yang tak terhindarkan dari adanya keanekaragaman suku bangsa yang tersebar di 33 provinsi.

“Pengaruh globalisasi lewat informasi komunikasi yang semakin canggih, membuat bangsa Indonesia memiliki berbagai paham, persepsi dan pandangan yang berbeda,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga ingin mendorong seluruh elemen masyarakat agar menumbuhkan kembali rasa kesatuan. “Sekarang ini sudah mulai terkotak-kotak dan terpecah, melalui deklarasi ini pula kita harapkan masyarakat Sumsel bersatu dan tidak terpengaruh oleh arus politik saat ini,” kata dia.

Dalam deklarasi tersebut berbagai organisasi menandatangani deklarasi yang berkomitmen menjaga kesatuan bangsa, antaranya Pospera, GMDM, Jaman, Kandatiba, SRMI, LMND, Pondok Kasih, Kopinian, Brejo, PMKRI, Karang Tarunan, Sijarum Institute, IPTI, FBBI, BMMP, GMKI, KMHDI, Pesat, Peradah Indonesia, Masika ICMI Palembang, PGI, FKUB, IKA Smetha, GP Sehat, Purna Paskibraka Indonesia, Gerkatin, IKAMI Sumsel, LM Nasdem, KAMMI, PMII Palembang, GSI, PB Frabam, LIPBB.

Sementara itu dari Forum Kerukunan Umat Bersatu (FKUB) Sumsel, Buya TG KH Drs Thohlon Abd Raup mengatakan, deklarasi ini cara pihaknya untuk mengingatkan kembali bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah mutlak.

“Keanekaragaman itu indah, ini sesuai dengan sila ketiga Pancasila. Jadinya akan semakin kuat, serta mampu membangun kesejahteraan bagi bangsa,” tutupnya. (juniara)

Related Post