Setelah dipastikan diputus kontraknya, Goran Ljubojevic menyampaikan surat terbuka yang berisi ucapan terima kasihnya kepada jajaran manajemen dan pecinta Sriwijaya FC. Surat ini sendiri disampaikannya sesaat sebelum meninggalkan Palembang, Senin (22/5) menuju Singapura.

Dalam surat tersebut, Goran merasa sangat nyaman tinggal di Palembang dan bermain untuk laskar wong kito. Sikap masyarakat yang ramah dan selalu tersenyum menurutnya salah satu alasan mengapa dirinya suka memperkuat SFC.
“Jajaran manajemen mulai dari manajer, sekretaris tim, direktur pertandingan serta promosi juga memperlakukan saya dengan baik. Begitu pun dengan tim pelatih dan rekan setim, sebuah kehormatan bisa bermain dengan mereka. Semoga fans SFC akan mengingat saya dengan baik karena saya juga pasti akan mengatakan hal yang sama jika ditanya orang tentang Palembang atau Sriwijaya FC,” jelasnya melalui layanan Whats App Massenger, Senin (25/5) pagi.

Namun dalam surat tersebut, pemain yang menyumbangkan 3 gol dari 3 laga QNB League 2015 ini mengaku tetap akan berusaha memperjuangkan haknya di SFC. “Saya tidak ada masalah dengan SFC, namun saya akan berkonsultasi dengan pengacara saya tentang pemutusan kontrak ini, saya juga sudah membawa dokumen dari PT Liga Indonesia dan PSSI,” jelasnya.

Jika pengacaranya mengatakan bahwa dirinya memiliki hak untuk meminta kompensasi karena pemutusan kontrak tersebut, maka Goran memastikan akan mengambil langkah tersebut. “Jika memang penyelesaiannya harus seperti itu, maka pasti akan saya lakukan karena ini adalah satu-satunya penghasilan untuk menghidupi anak dan istri saya. Saat ini saya dalam situasi yang cukup sulit untuk mencari klub baru karena Liga Eropa sudah selesai dan liga Asia belum memasuki masa transfer pemain,” tambahnya.

Di akhir surat, Goran pun dengan bercanda berharap tetap akan dikirimkan pempek ke Kroasia. “Saya akan pulang ke Kroasia pada hari Kamis (28/5) mendatang, saya sengaja ke Singapura terlebih dulu untuk berdiskusi dengan agen saya terkait pemutusan kontrak ini,” ujarnya. Manajemen SFC sendiri sudah memberikan kompensasi terhadap Goran sesuai dengan aturan yang diterapkan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia pasca penghentian kompetisi karena alasan force majeur 2 Mei lau plus tiket pulang ke Kroasia.