Masih ingat dengan sosok Kashartadi, eks pelatih Sriwijaya FC yang sukses menghadirkan juara Indonesian Super League (ISL) di musim 2011/2012? Setelah hengkang semusim sesudahnya, eks pemain timnas ini kemudian membesut Persikabo dan terakhir menukangi Cilegon United yang berlaga di divisi utama, namun konflik antara Menpora dan PSSI membuat kompetisi terhenti dan kini Kas Hartadi pun memutuskan beristirahat sementara di kampung halamannya di Solo.

Saat ditemui di rumahnya yang terletak di bilangan Krawasan Solo Baru, sosok Kas Hartadi masih seperti biasa yang murah senyum. “Ini lagi siap-siap mau ikut main di turnamen U-45 Sukoharjo Cup, saya sendiri memperkuat PS UL (Usia Lanjut) Krawasan, lumayan nostalgia dan cari keringat sama teman-teman sewaktu kecil dulu,” ujarnya sambil tertawa.

Menurutnya, selain bermain bersama PS UL Krawasan, dirinya pun turut aktif melatih Polres Sukoharjo Solo Baru setiap 2 kali dalam seminggu. “Saya diminta Kapolresnya untuk melatih para polisi, karena sekarang tidak ada kesibukan lain maka saya terima. Jadi saya dapat pengalaman baru juga, kalau selama ini hanya melatih pemain muda dan profesional, maka CV saya bertambah dengan melatih para penegak hukum,” candanya lagi.

Usai pertandingan, pelatih yang mendapat julukan Kashardiola sewaktu membawa SFC juara ini mengajak Tribun Sumsel untuk melihat-lihat akademi sepakbola yang dikelolanya dan diberi nama Kas Hartadi Football Academy. Sebanyak 13 pemain muda yang kebanyakan berasal dari Sumsel menjadi muridnya dan berlatih setiap hari.

“Sekarang saya punya 13 murid, 10 diantaranya berasal dari beberapa kabupaten di Sumsel seperti Tanjung Enim, Lahat atau Muba. Sementara sisanya berasal dari Solo,” jelas ayah dari Eric Cantona ini. Setiap harinya, para siswanya tersebut digembleng selama 2 sesi latihan yakni di pagi dan sore hari.

“Kalau pagi, mereka start latihan pada pukul 4 subuh hingga jam 6 pagi. Karena sekolah mereka cukup dari mess, jadi kami mengakalinya dengan memajukan jadwal latihan. Sementara untuk sore mereka berlatih mulai pukul 15.00 hingga selesai,” bebernya. Meski baru berumur seumur jagung, namun Kas Hartadi berambisi membawa anak didiknya ke level tinggi seperti ISL ataupun timnas.

“Saya tidak pernah menjanjikan mereka apapun, namun saya percaya jika mereka mau bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam latihan, maka mereka bisa menjadi pemain sepakbola profesional. Untuk sekarang mereka kami matangkan terlebih dulu, karena usianya pun masih sangat muda sekitar 14-17 tahun, jika sudah siap maka saya siap salurkan ke klub-klub di Indonesia,” tambahnya.

Salah satu murid Kas Hartadi Football Academy, M Farhan Tihani asal Tanjung Enim mengaku sengaja meninggalkan kampung halamannya dan menimba ilmu dengan pelatih yang melambung namanya saat melatih SFC tersebut. “Saya direkomendasikan oleh pelatih saya di Tanjung Enim, sekarang fokus saya adalag berlatih dan bekerja keras disini. Apalagi coac Kashartadi merupakan mantan pemain timnas dan karier kepelatihannya juga cukup sukses. Disinipun saya tidak merasa kesepian karena banyak teman-teman asal Sumsel yang juga punya impian sama, mohon doanya agar kami sukses nantinya,” ujar Farhan yang saat ini masih duduk di kelas 2 SMU.

Artikel Terkait