Setelah Bank Sumsel Babel, PTBA dan PDPDE, kini satu sponsor lagi tengah dalam proses untuk menyusul dipasang di jersey Sriwijaya FC musim depan. Sponsor tersebut adalah PT Kantor Pos Indonesia yang diakui manajemen PT SOM masih dalam tahap pembicaraan intensif saat ini.

“Memang ada rencana PT Kantor Pos Indonesia akan menyusul sebagai sponsor SFC musim depan, dan kerjasama ini berbeda dengan rencana peluncuran kartu member bagi suporter serta masyarakat sebelumnya,” jelas Direktur Promosi dan Marketing PT SOM, Nirmala Dewi saat dihubungi Sabtu (21/2) sore.

Menurutnya, pihaknya memang sudah melakukan komunikasi terkait masalah ini dan diharapkan akan segera diputuskan dalam waktu dekat. “Sebelumnya PT Kantor Pos Indonesia sudah mensponsori Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya, kini mereka memilih SFC yang dianggap sebagai salah satu klub besar di Indonesia dan calon juara untuk ISL musim depan,” tambahnya.

Terkait nominal kerjasama, perempuan yang juga menjabat sebagai pengurus KONI Sumsel ini mengaku tengah dalam pembicaraan. “Namun jika logonya mau dipasang di jersey pemain, maka paling tidak sekitar Rp 3 Miliar. Sekarang pihak kantor POS Indonesia masih merapatkan masalah ini,” jelasnya.

Dirinya sendiri menyatakan bahwa kondisi pemunduran Indonesian Super League (ISL) oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), pihaknya cukup banyak mengalami kerugian. “Pasti ada pengaruhnya karena pihak sponsor telah membuat sejumlah program untuk memasarkan produknya dan kini harus tertunda secara mendadak,” keluhnya.

Menurutnya, seharusnya kebijakan untuk meningkatkan mutu kompetisi tersebut tetap dapat dijalankan tanpa harus menghentikan kompetisi. “Sembari berjalan perbaikan bisa dilakukan, namun jika kompetisi distop maka akan sangat berpengaruh. Dari sisi sponsor itu sangat merugikan karena mereka juga mengeluarkan biaya yang cukup besar,” pungkasnya.