PALEMBANG — Pihak PT Jasa Armada Indonesia (JAI) anak dari PT Pelindo sebagai pemandu kapal tongkang yang membawa batubara siap bertanggung jawab atas kejadian kapal tongkang yang menabrak Jembatan Ampera beberapa waktu lalu.

Manager Pemanduan Jasa Armada Indonesia (JAI) Palembang Wilayah II Tedy Gunawan seusai peninjauan tim teknis Jembatan Ampera, Jumat (19/05) mengatakan secara kasat mata memang keretakan dan pergeseran tidak terlihat sama sekali. Namun pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan.

“Kita tidak boleh langsung putuskan begitu saja, harus dikaji secara teknis menggunakan alat bantu,” kata dia

Ia menegaskan, pihaknya akan bertangung jawab penuh mengganti semua kerusakan Jembatan Ampera yang ditabrak oleh kapal tongkang pundit.

“Kita masih menunggu dari sisi penangung jawab kita juga telah siap perbaikan biaya baiaya apapun karena juga kita punya pihak asuransi dari sisi pembiayaan tidak ada masalah, “katanya.

Sebelum mengeluarkan anggaran yang diperlukan untuk memperbaiki, Tedy mengungkapkan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari sisi teknis atau penyelidikan sampai batas waktu 14 hari, untuk melihat dan diteliti apakah ada keretakan di Jembatan akibat tabrakan tersebut.

“Akan diteliti memakai alat Pundit dari Jakarta, alat tersebut semacam USG untuk mengecek kadungan seperti itulah kerjanya, dan akan kami tunggu beberapa anggaran yang harus dikeluarkan, “ungkapnya.

Bahkan sore nanti disampaikan Tedy Tim Jakarta akan turun untuk mengecek dan memutuskan apakah di perlukan atau tidak alat tersebut meneliti bekas tabrakan di Jembatan.

“Kalau memang perlu didatangkan alat itu lebih Bagus untuk mempercepat proses penyelidikan, dan untuk mendatangkan alat tersebut juga perlu biaya,” tutupnya.(juniara).

Artikel Terkait