PALEMBANG — Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Api Api (TAA) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyita perhahatian berbagai investor diseluruh dunia.

Berita teranyar, perusahaan asal Korea Selatan yang bergerak di bidang energi, PT. Doosan Group menyatakan minatnya membangun pembangkit energi listrik di KEK TAA.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengungkap, selain pembangkit listrik, bidang investasi yang dilirik perusahaan Korea tersebut di antaranya instalasi pengolahan air, industri kimia, pabrik ban dan lain-lain.

Namun lanjutnya, meskipun sudah ada minat investasi dari luar, perlu dibicarakan dan dipertimbangkan dengan matang seluruh rencana pembangunan KEK TAA ini.

“Ini memang perlu dirapatkan dan ada tahapannnya. Kita ingin para investor betah berinvestasi dan selanjutnya kita bisa minta bantuan pada mereka,” ucapnya.

Sementara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang menjadi perantara pemprov Sumsel dengan PT.Doosan Grup mengatakan, perusahaan asal negeri gingseng tersebut memang menawarkan investasi kepada Sumsel. Bahkan pihak PT. Doosan juga mengaku siap menggarap proyek pembangkit listrik tersebut.

“Kalau Pemprov Sumsel siap, pihak perusahaan Korea ini juga siap. Kita serius berinvestasi karena potensi KEK TAA ini dinilai sangat bagus,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Energi Kadin Indonesia, Hakim Kalla di Griya Agung, Kamis petang (3/11).

Untuk tahap awal, pihaknya berencana membangun pembangkit listrik berkapasitas 250 megawatt dengan nilai investasi sebesar 350 juta dollar.

Selanjutnya, pembangunan kapasitas yang lebih besar akan dilanjutkan jika Pemprov Sumsel siap. “Kita sangat siap, tinggal tunggu pihak Pemprov,” tegasnya. (juniara)

RelatedPost