PALEMBANG — Diterapkannya aturan pembatasan usia di kompetisi Liga 1 dan 2 Indonesia mendapat kritik tajam dari kelompok suporter Sriwijaya FC. Dengan kebijakan ini, PSSI dinilai arogan dan membunuh nasib anak bangsa sendiri.
“Ini sebuah ironi, anak bangsa justru terasing di negeri sendiri. Adanya pergantian kepengurusan ternyata belum mampu membawa sepakbola Indonesia lebih baik,” ungkap Arie Firdaus, perwakilan dari SFC Kaskus saat dihubungi Jumat (31/3) sore.
Menurutnya, PSSI belakangan ini justru sibuk melonggarkan sejumlah aturan untuk mengakomodir pesepakbola asing, terutama dari marquee player. “Embel-embel label pesepakbola papan atas dunia menyilaukan dan seperti melupakan hal lainnya. Padahal kita belum tahu apakah kehadiran mereka akan benar-benar meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia atau jangan-jangan hanya sekedar penghibur di ujung kariernya,” bebernya.
Sementara, di sisi lain ada anak bangsa negeri ini yang terancam kehilangan pencahariannya dengan regulasi baru ini. “Mat Halil, M Ridwan dan nama-nama lainnya yang kena imbas dari kebijakan ini merupakan anak bangsa yang pernah membela timnas Indonesia, berjuang demi merah putih di lapangan hijau. Rasanya tidak pantas perlakuan seperti ini ditujukan kepada mereka,” tegasnya.
Oleh karena itu, pihaknya pun meminta PSSI dan operator kompetisi segera meninjau kembali kebijakan ini. “Jangan sampai sepakbola Indonesia menjadi sorotan dunia karena masalah ini, jumlah pergantian pemain pun terkesan lucu dan dipaksakan,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait