PALEMBANG — Upaya pemerintah provinsi Sumatera Selatan untuk mengentaskan kemiskinan dan menciptakan kesehatan lingkungan pemukiman keluarga kurang mampu diwujudkan dalam program bedah kampung.

Program yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Sumsel juga didukung oleh tim penggerak pembinaan kesejahteraan keluarga (TP PKK) Sumsel, membedah 25 rumah tidak layak huni di kelurahan karang jaya, kecamatan Gandus.

Ketua tim penggerak PKK Sumsel, H. Eliza Alex Noerdin usai memberikan bantuan secara simbolis pada warga yang menerima bantuan bedah kampung di Gandus, Kamis (15/9), mengungkapkan jika ditelusuri ke lapangan, memang masih banyak rumah yang tak layak huni, “Padahal baru di kota Palembang saja, belum di daerah lain, oleh sebab itu kalau hanya dari pemerintah provinsi tidak akan tertanggulangi,” ungkapnya.

Ditambahkan Eliza, program bedah kampung merupakan awal yang sangat baik agar kedepannya semua pihak termotivasi untuk bekerjasama dan besinergi mencari cara dan dana untuk menanggulangi kemiskinan yang ada di Sumsel dengan cara rajin usaha, seperti membuat proposal untuk diajukan dengan BUMN, BUMS serta pengusaha dan pihak luar. “Kalo kato wong, rajin-rajin najur agek ado be yang keno,” kata dia.

Selain itu, sambung Eliza, program tersebut sebagai langkah untuk membuka mata semua pihak agar berbuat banyak terhada nmasyarakat yang masih banyak membutuhkan bantuan. “Sebelumnya Kita telah mendorong setiap kepala daerah agar lebih memperhatikan masyarakat yang membutuhkan, tetapi mungkin belum maksimal karena keadaan ini (kemiskinan) semakin bertambah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Eliza mengaharapkan program bedah kalo terus dilakukan secaea kontinue dan reguler terus menerus. “Karena jika tidak dipikirkan dan dilakukan hanyak beberapa kali dan stop maka akan bertambah lagi,” urainya.

Diungkapkan Eliza, Sebelumnya TP PKK Sumsel sudah melaksanakan program bedah rumah namun tidak sebesar program pemerintah provinsi dikarenakan anggaran yang terbatas.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Sumsel, Apriyadi menyambut baik bantuan dari TP PKK Sumsel, karena dari 25 rumah yang dibedah, satu diantaranya murni dipilih dan diberikan bantuan oleh TP PKK Sumsel.

“Program bedah kampung ini bisa menggugah pemimpin di daerah dan para pebgusaha, karena kenapa PKK bisa ikut membantu, kok pemimpin tidak bisa,” jelasnya.

Dikatakan Apriyadi, kedepannya Dinas Sosial dan TP PKK Sumsel akan bekerjsama dan berusaha mencari dana agar program ini terlaksana secara terus menerus dan bisa menyentuk ke daerah yang lain.

“Ini momentum untuk memancing dan membangkitkan semangat pihak lain agar bisa membantu masyarakat kurang mampu dan kita pilih lokasi ini karena kita amati memang banyak kondisi yang layak dibantu,” ungkap Apriyadi.

Dijelaskan Apriyadi, program bedah kampung berbeda dengan bedah rumah, karena bedah kampung berpusat pada satu titik. “Sebetulnya ini program rehabilitasi rumah tidak layak huni tetapi masyarakat lebih familiar dengan bedahkampung dan bedah rumah, tetapi.intinya sama saja,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost