Manajemen Sriwijaya FC mendadak menggelar pertemuan mendadak, Minggu (31/5) malam di Griya Agung Palembang guna membahas jatuhnya sanksi FIFA bagi sepakbola Indonesia. Rapat ini sendiri dipimpin langsung oleh Presiden Klub SFC, Dodi Reza yang juga baru pulang dari Zurich guna mengikuti Kongres FIFA, Jumat (29/5) lalu.

Menurutnya, dirinya banyak mendapat keluhan dari banyak pemain, tidak hanya punggawa laskar wong kito, namun juga dari skuad timnas senior maupun tim Garuda Muda. Apalagi ada beberapa pihak yang mengatakan jatuhnya sanksi ini dikarenakan buruknya prestasi persepakbolaan nasional saat in. “Itu sangat membuat mereka sedih, marah dan kecewa. Karena bagaimanapun mereka sudah berusaha memberikan yang terbaik saat turun di lapangan,” ungkapnya.

Anggota DPR RI ini pun berharap agar pihak Menpora dapat mencontoh bagaimana cara FIFA dalam menyelesaikan persoalan dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh beberapa anggotanya. “Jadi silahkan diusut sesuai dengan hukum yang berlaku jika pihak berwenang memiliki bukti kejahatannya, namun secara organisasi FIFA tetap berjalan dan menggelar pemilihan ketua baru,” jelasnya.

Hal serupa menurutnya dapat juga diterapkan untuk penyelesaian konflik yang berkepanjangan antara dua lembaga yakni Menpora – PSSI. “Tidak perlu menghukum PSSI secara lembaga, cukup seret oknum yang diduga melakukan praktek mafia seperti yang dikatakan Menpora selama ini. Sehingga tidak mengorbankan pihak-pihak lain yang tidak bersalah,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dodi juga menegaskan bahwa pernyataannya di dalam forum ini mewakili Presiden SFC dan tidak terkait posisinya sebagai Exco PSSI. “SFC terpanggil untuk secara cepat mengumumkan sikapnya di tengah kegaduhan sepakbola saat ini, hal ini kami lakukan untuk memberikan rasa tenang bagi pemain, pengurus atau seluruh pecinta SFC itu sendiri,” tambahnya.

Dodi menjanjikan bahwa dalam kondisi persepakbolaan yang tidak menentu pasca penghentian kompetisi, pembekuan PSSI serta jatuhnya sanksi FIFA, pihaknya memastikan bahwa sebagai klub dengan pemegang rekor gelar juara terbanyak di tanah air dalam 10 tahun terakhir, SFC tetap akan eksi dan tetap akan menjalankan aktifitas seperti biasa.

“Jadi intinya kami tetap mempertahankan seluruh pemain yang ada saat ini, hal ini perlu kami sampaikan kembali agar semuanya dapat tenang menjalani aktifitas di tengah maraknya pemberitaan bahwa banyak klub yang sudah membubarkan skuad atau tidak lagi menjalankan kewajiban terhadap pemain,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan manajer SFC, Robert Heri yang mengklaim bahwa kondisi internal klub dalam suasana yang sangat baik. “Kami tidak menelantarkan pemain, mereka pun memahami apa yang terjadi saat ini. Semuanya dalam suasana yang baik, kecuali pemain asing yang memang sudah diputus kontraknya,” ujarnya singkat.

Artikel Terkait