PALEMBANG — Setelah sepekan berlangsung, Festival Sriwijaya XXV tahun 2016 secara resmi ditutup, Minggu (24/7) malam di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang. Kota Palembang memboyong juara prestise yakni lomba tari kreasi daerah, sementara Prabumulih sukses memboyong 2 perlombaan bergengsi lainnya yakni lomba lagu pop daerah dan lomba teaterikal rakyat.

Saat menutup kegiatan ini, Walikota Palembang Harnojoyo mengaku even ini berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan yang meriah dari seluruh masyarakat.

“Pariwisata sangat berperan penting di kota Palembang, terutama sumbangsih tinggi dari pajak hotel dan restoran,” ungkap Harnojoyo. Selain itu, dirinya pun berharap kedepan pihaknya dapat mengambil alih pelaksanaan Festival Sriwijaya yang tahun ini dinilainya sangat sukses.

“Saya berharap kedepan Palembang dapat menjadi alternatif wisata di tanah air, seperti wisatawan Cina yang selalu berlibur ke Bali, namun seharusnya belanjanya di kota Palembang, soalnya ada wisata Cheng Ho yang bisa dijual. Apalagi nanti di tahun 2018 kita akan menjadi tuan rumah Asian Games,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, Dinas Pariwisata dan Budaya Sumsel juga menyiapkan beragam perlombaan, mulai dari kontes foto Instagram, video pendek Musi Triboaton, penulisan blog wisata hingga stand up comedy Sumsel yaitu kelakar.

Di hari terakhir, kegiatan Festival Sriwijaya diisi oleh pementasan dongeng anak bersama Paman Gery dan Wilson Keluarga Pendongeng. Sebanyak 100 anak sekolah dasar tampak menikmati cerita Rahasia Leher Naga Putri Swarna yang dibawakan oleh para pendongeng.

Selain itu, ada juga pelatihan Media Sosial untuk pariwisata yang disampaikan oleh youtubers ternama di tanah air sekaligus artis ternama Dennis Adishwara.

Kegiatan ini seperti ini memang menjadi pembeda dibandingkan Festival Sriwijaya sebelumnya. Berbagai komunitas penggiat wisata dan blogger dilibatkan dalam berbagai kegiatan. (dedi)

RelatedPost