Meski mencetak kemenangan, namun tim pelatih Sriwijaya FC mengaku belum puas dengan penampilan laskar wong kito kala mengalahkan PSPS Riau 2-0 dalam laga yang dimainkan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (17/3) malam. Banyaknya peluang yang gagal dimaksimalkan merupakan salah PR terbesar tim pelatih untuk menghadapi kompetisi Indonesian Super League (ISL) mendatang.

“Sejak tur ke Jawa Tengah kemarin, memang itulah adalah permasalahan dan menjadi evaluasi terbesar kedepannya. Setidaknya di babak pertama ada 3 sampai 4 peluang yang gagal dimaksimalkan, begitu juga di babak kedua,” ujar asisten pelatih SFC, Hendri Susilo usai pertandingan. Namun dirinya menolak jika para pemainnya terlalu bertumpu pada sosok Goran Ljubojevic sepanjang pertandingan.

“Goran sendiri punya 4 peluang yang seharusnya bisa menjadi gol, namun kami sebenarnya punya pola yang tidak mengandalkan seorang pemain. Apalagi di lini depan kita punya striker lain seperti Ferdinan Sinaga atau Titus Bonai. Tapi memang beberapa kali pemain seperti terburu-buru dalam menyusun serangan dan langsung mengirim bola ke depan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam pertandingan ini pihaknya juga sengaja tidak melakukan banyak pergantian pemain sebagai simulasi untuk kompetisi ISL nanti. “Yang kita mainkan boleh dibilang adalah kerangka inti tim, secara taktik organisasi permainan kami tidak khawatir. Tapi harus diakui seperti dikatakan sebelumnya bahwa tim ini perlu memperbaiki penyelesaian akhir,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih PSPS Riau Philip Hansen mengaku puas atas penampilan anak asuhnya di laga ini. “Semestinya SFC menang besar atas PSPS, setidaknya 4-0 karena unggul materi dan kualitas pemain. Namun semangat tinggi pemain PSPS mampu mengimbangi, ini adalah pembelajaran berharga buat tim kami,” ungkapnya.

Dengan hanya bermodalkan pemain lokal dan mayoritas dari Riau, dirinya juga memberikan apresiasi karena dianggap tidak demam panggung dengan nama besar skuad SFC. “Sejak awal saya katakan agar mereka tidak minder dan bermain seperti biasa, apalagi tim yang dihadapi adalah calon juara ISL. Saya berpesan mereka bermain normal dan mengikuti strategi yang disiapkan sebelumnya,” tandasnya.