PALEMBANG — Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Sumatera Selatan (Sumsel) berupaya meningkatkan target pembangunan rumah untuk kalangan menengah ke bawah dan atas di tahun 2017.

Untuk target tahun ini pihaknya tidak mematok angka tertentu, tapi tetap optimis bisa membangun sekitar 10 ribu unit, yang artinya naik dari 2016 yang hanya 8 ribu unit.

Selain itu DPD REI mengaku, dengan keluarnya PP No. 64 Tahun 2016 para pengembang lebih dimudahlan dan tidak menganggap menambah proses birokrasi, apalagi dengan adanya tindaklanjut dengan terbitnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 648/1062/SJ tentang Percepatan Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Daerah pada 27 Februari 2017 yang juga mengatur tentang percepatan waktu dan penyederhanaan perizinan terkait pembangunan perumahan bagi MBR.

Ketua DPD REI Sumsel, Hariyadi Begawan pada laskarwongkito.com mengungkapkan minat pengembang untuk membangun MBR sudah cukup tinggi.

“Apalagi dengan adanya PP nomor 64, lebih menggairahkan pengembang karena perizinannya dipangkas, kalaubl di dalam pemkot dan kabupaten itu mengikuti PP nomor 64 lebih mudah,” ujar dia, Jumat (10/03).

Ditambahkan dia, dengan adanya PP nomor 64 urusan administrasi bagi para pengembang lebi ringkas dan banyak kemudahan yang didapat. “Tapi yang jelas, sebelum keluar PP 64 saja minat pengembang mebangun MBR udah tinggi apalagi sekarang,” tambahnya.

Haryadi menyebutkan, untuk daerah di Sumsel yang pembangunan MBR paling dilakukan yakni di kota Palembang, kabupaten Banyuasin, kota Lubuk Linggai, Baturaja dan lahat.

“Kita berharap pembangunan rumah MBR oleh pengembang Spectnya dapat ditambah lagi sepertu plapon dan plester luar dan juga sarana prasarana umum ditambah lagi,” harapnya. (juniara)

Artikel Terkait