Kegagalan Sriwijaya FC lolos ke babak final turnamen Piala Gubernur Kaltim mulai mendapat tanggapan dari beberapa pihak yang menganggap sosok Beny Dollo harus bertanggung jawab atas hasil ini. Meski tidak dapat dikatakan buruk, namun fans laskar wong kito di sosial media berpendapat Bendol gagal membawa SFC ke level tinggi dan harus mundur dari jabatannya.

Saat dikonfirmasi, sekretaris tim SFC Achmad Haris mengaku bahwa pihaknya saat ini masih fokus menyelesaikan turnamen PGK terlebih dulu dan baru akan mengadakan evaluasi usai laga melawan Arema Cronus, Minggu (13/3) mendatang. “Konsentrasi tim masih ke perebutan 3-4 turnamen PGK terlebih dulu, yang pasti evaluasi pasti akan dilakukan sesudahnya,” jelasnya saat dikonfirmasi Jumat (11/3) sore.

Menurutnya, pihaknya tidak akan terburu-buru dan gegabah dalam mengambil keputusan mengenai posisi pelatih SFC. “Semua akan dilakukan dengan objektif, kita akan mendengarkan laporan dari tim pelatih terlebih dulu. Tetapi masukan dari kelompok suporter dan masyarakat pecinta SFC juga akan menjadi pertimbangan nantinya,” ungkap Haris.

Sementara itu, beberapa pemain SFC saat ditanya mengenai masalah ini mengaku enggan berbicara terlalu banyak dan lebih fokus kepada perbaikan kelemahan di dalam tim. “Tim ini banyak dihuni oleh pemain baru dan rasanya tidak akan mungkin bisa langsung berprestasi dalam 2 bulan. Proses adaptasi masih terus berlangsung, tetapi progressnya terus meningkat,” ungkap kapten tim Firman Utina.

Hal senada juga disampaikan pemain senior lainnya yakni M Ridwan yang menganggap SFC kini sudah dalam trek yang positif menghadapi kompetisi Indonesian Soccer Championship 2016. Pemain asal Semarang ini pun tidak menampik bahwa di awal turnamen PGK, permainan SFC belum terlalu sesuai harapan dan masih terlihat banyak kekurangan.

“Tanpa bermaksud mencari alasan, namun tim ini banyak dihuni tim baru dan saat masa persiapan di Palembang pun tidak mendapat lawan tanding yang berat. Jadi di awal turnamen PGK, tim ini kaget karena langsung bertemu tim dengan kualitas setara, barulah di partai ketiga melawan Mitra Kukar saya merasa tim sudah mulai kompak dan mengerti satu sama lain. Di babak trofeo pun strategi yang kita terapkan pun berjalan dengan berhasil mencuri gol cepat walau berhasil disamakan akhirnya,” bebernya.