Efek domino pasca kegagalan Sriwijaya FC menembus babak final turnamen Piala Bhayangkara usai dikalahkan Arema Cronus, Kamis (31/3) kemarin mulai terlihat. Posisi pelatih kepala laskar wong kito yang saat ini masih dijabat oleh Beny Dollo kini mulai terancam. Sederet nama pun mulai dikaitkan untuk mengisi posisi Bendol tersebut.

Mulai dari Salahudin, eks pelatih Barito Putera yang merupakan putera asli Sumsel dan lama membesut Barito Putera. Kemudian juga muncul nama Raja Isa, pelatih asal Malaysia yang pernah menjadi pelatih di beberapa klub di tanah air seperti Persipura dan Persijap Jepara.

Selain itu, sosok Rahmad Darmawan yang saat ini masih melatih klub di Liga Super Malaysia juga disebut menjadi kandidat mengisi posisi Bendol usai Piala Bhayangkara nanti. Meski cukup sulit, namun opsi untuk memulangkan RD juga tetap terbuka. “Memang benar ada beberapa nama pelatih yang ditawarkan oleh agen untuk mengisi posisi pelatih SFC, namun sampai saat ini fokus tim masih menyelesaikan partai perebutan 3-4 turnamen Piala Bhayangkara terlebih dulu,” ujar sekretaris tim, Achmad Haris saat dihubungi Jumat (1/4) sore.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum mengeluarkan pernyataa resmi mengenai status Bendol walau diakui akan ada evaluasi nantinya. “Sesuai arahan dari Presiden klub, memang kita akan mengadakan evaluasi usai turnamen Piala Bhayangkara sebagai persiapan terakhir jelang bergulirnya kompetisi Indonesian Soccer Champioship, termasuk juga tim secara keseluruhan” jelasnya.

Ditambahkannya, evaluasi tim baru akan dilakukan usai laga perebutan 3-4 melawan Bali United, Minggu (3/4) mendatang. “Evaluasi tim akan dilakukan berbarengan dengan persiapan penandatangan kontrak pemain untuk ISC nanti. Yang jelas ini dilakukan untuk mengangkat performa tim agar mampu memenuhi target juara di kompetisi nantinya,” tambahnya.

Sementara itu, suara pemecatan terhadap Bendol memang semakin kencang disampaikan oleh fans SFC belakangan ini melalui sosial media. “Bendol sudah cukup lama mendapat kesempatan di SFC, dulu saat di SCM Cup dan dilanjutkan dengan kompetisi QNB, lalu turnamen Piala Presiden hingga yang terakhir Piala Bhayangkara. Walau tidak dapat dikatakan buruk, namun dengan materi kelas atas yang dimiliki serta dukungan finansial dari manejemen, rasanya SFC bisa lebih baik dari saat ini. Selain itu, faktor kesehatan juga perlu menjadi perhatian dan penyegaran pelatih mungkin sangat diperlukan saat ini,” ungkap Arga Marshall dari Sriwijaya Kaskus Community.

Artikel Terkait