PALEMBANG — Salah satu faktor penyebab beberapa kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur yang belakangan ini marak terjadi, karena pola asuh kurang tepat dari orang tua.

Hal itu disampaikan Fery Farhati Anies Baswedan pada Seminar Nasional Pendidikan Keluarga di aula Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (16/5).

Menurut Fery Farhati, setiap pelanggaran yang terjadi harus dihukum dan menghasilkan efek jera. “Kalau pelakunya anak-anak artinya harus direhabilitasi karena mereka juga sebenarnya juga korban dari pola asuh yang negatif dan ahli hukum juga pasti tahu,” katanya.

Perilaku tersebut menurut lulusan Northern Illinois University, Amerika Serikat, terjadi karena orang tua tidak hadir dalam kehidupan anak-anak, sehingga kejahatan seksual, narkoba , kenakalan remaja terjadi karena praktik parenting yang salah dengan aturan yang ketat akan memicu anak berbohong dan perilaku negatif lainnya.

Fery Farhati juga menjelaskan, sentra pendidikan pola asuh anak ada tiga tahap, yang pertama yaitu di dalam keluarga, kedua di lingkungan sekolah dan yang ketiga adalah keselarasan antara rumah dan lingkungan sekolah yang harus berjalan secara bersamaan.

“Tentunya ini membutuhkan kerjasama semua pihak, dari sisi pemerintah telah membuat kebijakan-kebijakan menjadikan sekolah tempat yang kondusif dan nyaman, dari sisi orang tua juga harus menanamkan karakter yang positif sejak dini,” ajaknya kepada peserta seminar yang datang dari beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Fery Farhati yang juga Pembina Komunitas Rumah Pencerah berpesan agar orang tua terbuka serta memiliki kemauan belajar yang tinggi untuk menerapkan parenting yang positif, memiliki visioner serta sering melakukan koreksi. (tari)

Artikel Terkait