PALEMBANG — Kemenangan berharga berhasil diraih Sriwijaya FC saat menjamu Persiba Balikpapan, Selasa (29/8) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang dengan skor tipis 1-0. Gol satu-satunya bagi laskar wong kito di laga ini dicetak oleh M Nur Iskandar di menit 53 babak kedua memanfaatkan kemelut di depan gawang tim tamu yang dijaga oleh eks SFC, Dian Agus Prasetyo.

Poin penuh ini juga mengakhiri paceklik 4 laga tanpa kemenangan di kandang dan membawa SFC naik ke peringkat 10 klasemen sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 dengan poin 28. “Sebelumnya, saya sudah berbicara ke pemain untuk mengerahkan segalanya guna menghapus tren buruk saat di kandang. Meskipun tadi sebenarnya kita seharusnya bisa menang dengan selisih dari 1 gol, namun kemenangan ini sudah cukup dan sangat mengangkat mental kita,” ujar pelatih SFC, Hartono Ruslan usai pertandingan.

Menurutnya, di laga ini pihaknya memang sangat menguasai pertandingan dan mencetak sejumlah peluang, namun hanya 1 yang berbuah gol. Bahkan di babak pertama, anak asuhnya pun terlihat kesulitan membongkar lini belakang Persiba yang bermain sangat disiplin.

“Di babak pertama, mereka memang seperti nyaris tanpa peluang. Hanya 1 di penghujung pertandingan melalui Beto, saat di ruang ganti saya pun meminta mereka agar lebih berani melakukan tembakan dari luar kotak penalti, gelandang seperti Yu Hyun Koo dan Manda Cingi pun saya ingatkan agar terus merapat ke striker,” bebernya.

Bermain tanpa Hilton Moreira yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning diakuinya juga memberikan pengaruh lain di laga ini. SFC yang biasanya bermain sangat cepat bermain dalam tempo yang lebih lambat dan mengedepankan penguasaan bola. “Kalau kita bermain di kandang, saya minta pemain lebih rileks, sabar dan yang penting kualitas passing. Jadi kalau sore ini temponya lambat, itu memang sesuai instruksi saya dan jika mendapat peluang tidak usah terburu-buru, tetapi beberapa kali mereka seperti tergesa-gesa ingin menyelesaikannya menjadi gol,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Persiba Balikpapan Hariyadi menyebut laga ini berlangsung menarik dan timnya mampu memberikan perlawan maksimal. “Sejak awal saya katakan seluruh pemain SFC berbahaya dan jangan cuma terpaku kepada Beto saja. Namun ada kelengahan dan sepersekian detik mereka tidak siap lalu terjadi gol, tetapi secara keseluruhan pertandingan enak dilihat,” ungkapnya.

Di laga ini, pihaknya juga telah melakukan antisipasi dan menutup semua sisi guna meredam agretifitas SFC. “Semua sisi, baik dari sayap ataupun tengah bisa kami matikan. Kami juga ada peluang yang jika mereka tenang semestinya bisa dimanfaatkan. Namun inilah sepakbola, seperti Beto yang juga mendapat kesempatan yang 90 persen harusnya gol, kedepan jika ingin lolos dari degradasi maka di kandang semuanya harus disapu bersih,” tambahnya.

Jalannya pertandingandan

Hujan deras yang mengguyur stadion GSJ sebelum pertandingan dimulai membuat kedua kesebelasan kesulitan mengembangkan permainan di lapangan. Tuan rumah SFC sendiri secara keseluruhan mampu menguasai jalannya pertandingan dan unggul dalam penguasaan bola.

Namun lini pertahanan Persiba cukup kokoh dan disiplin dalam menghalau setiap serangan yang dilancarkan SFC dari kedua sisi lapangan. Trio Nur Iskandar, Anis Nabar dan Tijani Belaid memang sangat diandalkan guna menopang Alberto Goncalves yang diplot sebagai target man, sementara tim tamu hanya sesekali mengandalkan serangan balik dengan hanya menyisakan Anmar Mulbaraki di lini depan.

Sepanjang 45 menit babak pertama, tidak banyak peluang yang tercipta dan barulah di penghujung pertandingan SFC mendapat kesempatan emas melalui serangan balik yang cepat. Namun meski sudah berhadapan dengan kiper lawan, sepakan Beto masih mampu dihalau dan skor imbang menutup babak pertama.

Di babak kedua, SFC tetap mengurung pertahanan lawan dan barulah di menit 53 berhasil mencetak gol melalui Nur Iskandar. Gol ini sendiri berawal dari tendangan bebas Tijani Belaid di sisi kiri pertahanan Persiba, sempat terjadi kemelut dan bola liar berhasil disambar oleh Nur Iskandar dan tendangan kerasnya berhasil merobek jala gawang lawan sekaligus merubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan SFC.

Setelah gol ini, laga berlangsung lebih terbuka dan Persiba mencoba untuk menyamakan kedudukan. SFC sendiri sempat mendapat peluang emas saat Beto lolos dari jebakan offside dan aksi individunya membuat pemain asal Brasil ini kembali berhadapan langsung dengan penjaga gawang lawan, namun sayang tendangan lobnya kembali dapat digagalkan oleh DAP dan skor 1-0 menutup laga.

Di laga ini, wasit Handri Kristanto yang memimpin pertandingan memberikan 4 kartu kuning bagi Dominggus Fakdawer, Yanto Basna, Manda Cingi (SFC) dan Srdan Lopicic (Persiba Balikpapan). (dedi)

Artikel Terkait