Adanya opsi pemindahan laga leg kedua babak semifinal Piala Presiden 2015 yang menjadi hak Sriwijaya FC jika kabut asap di wilayah Palembang sesuai permintaan Mahaka Sports and Entertainment langsung direspon oleh manajemen PT SOM. Namun hingga saat ini, manajemen laskar wong kito mengaku masih menunggu perkembangan terkini mengenai permasalahan cuaca di Palembang dan baru akan memutuskan home base alternatif untuk leg kedua nanti pada Senin (5/10) mendatang.

“Ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi sebelumnya, yang pertama adalah bahwa di leg kedua nanti SFC bukannya akan menjalani partai usiran, namun memang ada opsi pemindahan jika masalah kabut asap semakin pekat di Palembang. Sejauh ini pihak manajemen SFC sedang berkoordinasi dengan BMKG sesuai dengan permintaan Mahaka, karena memang mereka yang lebih berkompeten mengenai masalah ini,” ujar sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid saat dikonfirmasi Rabu (30/9) di kantor BMKG Wilayah 1 Kenten Palembang.

Namun dirinya menyatakan pihaknya sejauh ini belum dapat menentukan kota mana yang akan dipilih nantinya jika sampai batas waktu yang ditentukan Palembang masih belum terbebas dari kabut asap. “Memang sudah ada beberapa alternatif, namun kita belum tentukan dan saat ini masih fokus menghadapi leg pertama dulu. Namun komunikasi dengan BMKG Palembang sudah kita jalin, pada dasarnya SFC sendiri tetap ingin dan berupaya agar laga tersebut nantinya akan dapat digelar di Palembang seperti biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Agus Santoso selaku Kasi Informasi Klimatologi Palembang mengaku pihaknya untuk saat ini belum dapat memberikan keterangan resmi yang dibutuhkan oleh manajemen SFC. “Kita memang melakukan laporan perkiraan cuaca, namun yang diminta oleh SFC untuk menghadapi pertandingan di 11 Oktober nanti dan biasanya laporan dibuat per-minggu. Jadi kalau sekarang dikeluarkan masih lama dari waktu tersebut, jadi kami sarankan agar rekomendasi tersebut sesuai kondisi pada 4 Oktober atau seminggu sebelumnya,” jelasnya kepada manajemen SFC.

Sebelumnya, pihak Mahaka Sports selaku promotor Piala Presiden sudah menginstruksikan SFC agar pindah home base jika kabut asap masih tebal dan nama stadion Dipta Gianyar Bali disebut menjadi alternatif utama. Stadion yang menjadi kandang Bali United tersebut di ajang Piala Presiden juga menjadi venue pembuka dan tuan rumah untuk Grup C yang juga diisi oleh Persija Jakarta, Mitra Kukar dan Persita Tangerang.

Namun hal ini mendapat penolakan dari pelatih SFC Beny Dollo yang mengaku enggan berhome base di Gianyar nantinya. “Tentu opsi kita tetap ingin main di Palembang, namun jika kondisi cuaca belum bersahabat dan harus pindah kandang, mungkin sebaiknya SFC memilih stadion Jalak Harupat sebagai home base sementara nantinya,” tegasnya.