Pada perhelatan Piala Presiden 2018 yang segera digelar akhir bulan ini Sriwijaya FC dipastikan masuk ke dalam grup neraka. Laskar wong kito tergabung di grup A bersama tuan rumah Persib Bandung, PSM Makassar dan PSMS Medan.

Banyak pihak menilai grup ini sebagai grup paling ketat dibanding 4 grup lainnya karena mempertemukan 3 klub besar di Indonesia plus 1 tim promosi yang juga punya sejarah panjang di sepakbola Indonesia. Laga pertama di grup ini yang mempertemukan Maung Bandung melawan SFC, Selasa (16/1) sore juga akan menjadi partai pembuka turnamen pra musim bergengsi yang sudah memasuki tahun ketiga ini.

Meski dinilai sebagai grup neraka, namun pelatih SFC Rahmad Darmawan justru gembira usai mengetahui hasil undian ini. Menurutnya, anak asuhnya akan sangat mendapat pelajaran berharga di turnamen ini.

“Sejak awal Piala Presiden kami tetapkan sebagai ajang persiapan menuju kompetisi nanti dan statusnya sama seperti friendly match lain. Namun disini kami mendapat lawan yang tangguh dan atmosfer luar biasa, bagus untuk seluruh pemain nantinya,” ungkap pelatih yang musim lalu berkarier di Liga Malaysia ini.

Dirinya pun mengaku akan sangat memanfaatkan ajang ini untuk mengetahui kekurangan timnya sebelum turun di kompetisi sesungguhnya nanti. Saat ditanya mengenai lawan terberat nanti, RD menyebut seluruh tim di grup ini punya peluang yang sama untuk lolos ke babak selanjutnya.

“Ini masih di pra musim jadi tidak ada tim unggulan, hampir semuanya masih dalam masa persiapan dan beberapa pun sedang seleksi pemain. Tidak ada target khusus namun saya sangat tekankan kepada pemain untuk selalu bermain sebaik mungkin di setiap pertandingan,” pungkasnya.

Artikel Terkait