PALEMBANG — Adanya pernyataan manajer Sriwijaya FC Nasrun Umar mengenai masih seringnya Supardi Nasir dkk kehilangan konsentrasi di menit akhir mendapat tanggapan dari Widodo C Putro. Pelatih kepala laskar wong kito ini mengaku bahwa hal tersebut memang terlihat di beberapa pertandingan terakhir dan berujung hilangnya poin yang sudah di depan mata.

“Pasti ada penyebabnya, namun kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar hal tersebut tidak terulang kembali kedepannya. Saat ini kami sedang melatih sistem pertahanan yang lebih baik lagi, terutama menghadapi menit-menit krusial seperti di penghujung pertandingan,” jelas eks asisten pelatih timnas Indonesia ini saat dihubungi Rabu (31/8) sore.

Namun dirinya tidak menampik bahwa anak asuhnya kerap terganggu psikologisnya di lapangan akibat buruknya kepemimpinan wasit. “Ada ketakutan di pemain, apakah nanti dilanggar dari belakang namun didiamkan wasit. Kemudian seperti laga terakhir kemarin dimana kontak badan biasa namun dipandang berbeda oleh wasit, tapi itu bukan alasan dan kami tidak boleh terus mengeluh,” tambahnya.

Menurutnya, satu-satunya jalan untuk mengatasi ketakutan tersebut adalah terus menyerang dan sebanyak mungkin menciptakan gol di dalam sebuah pertandingan. “Jika kita sudah unggul banyak seperti selisih 3 atau 4 gol, maka lawan atau pihak lain pun akan sulit mengejar apalagi menggunakan cara-cara yang tidak sportif,” tegasnya.

Di dalam catatan sepanjang putaran pertama kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, tercatat 5 partai dimana SFC harus menerima pil pahit menerima gol di menit akhir pertandingan. Seperti saat partai perdana TSC 2016 melawan Persib Bandung (30/4) lalu, sempat memimpin di menit 45 babak pertama, SFC akhirnya gagal pulang dengan poin penuh setelah Tantan berhasil menyamakan kedudukan di menit 92 babak kedua.

Lalu hal ini kembali terjadi saat laga melawan Persegres (20/6), Persela Lamongan (21/7), Arema Cronus (14/8) dan terakhir saat bertemu Pusamania Borneo FC di Samarinda (27/8) lalu. Sempat tertinggal lebih dulu dari tuan rumah di babak pertama, SFC berbalik unggul di pertengahan babak kedua. Namun lagi-lagi kelengahan barisan pertahanan SFC harus dibayar mahal setelah Lerby Eliandry mencetak gol balasan di injury time babak kedua. (dedi)

RelatedPost