PALEMBANG — Konsentrasi masih menjadi PR besar skuad Sriwijaya FC musim ini. Hilangnya fokus dan konsentrasi di menit akhir seolah sulit dihilangkan dan laga melawan Barito Putera, Senin (28/11) seolah menunjukkan kelemahan tersebut.

Gol penyeimbang Laskar Antasari yang diciptakan Yongki Aribowo di menit 81 babak kedua kembali membawa SFC gagal meraih poin penuh di pekan 30 kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Asisten pelatih SFC, Hartono Ruslan tidak menampik hal ini dan mengatakan pihaknya sudah berusaha membenahinya sebelum pertandingan.

“Di sepakbola memang begitu, 15 menit awal dan akhir adalah masa-masa krusial. Di waktu ini sebuah tim sering kebobolan karena hilang fokus dan di pertandingan terbukti. Gol pertama lawan yang lahir kurang dari 5 menit usai kick off terjadi karena pemain kita belum siap,” jelasnya.

Hartono juga menyebut pihaknya juga terkesan tidak mau mengambil resiko dengan memainkan Andes Adinata di posisi bek tengah saat masuk menggantikan Mauricio Leal di menit 80.

“Andes masih sangat muda, kami khawatir mentalnya belum siap bermain di laga yang seketat tadi. Jadi saat masuk kami suruh bermain di gelandang bertahan dan Jupe turun ke belakang. Pertimbangannya karena jika dia melakukan blunder maka akan sangat berpengaruh nantinya. Tetapi ini sudah terjadi dan kami harus menatap laga sisa musim ini dengan tetap semangat,” tambahnya.

Sebelumnya, di beberapa laga sebelumnya petaka menit akhir juga menjadi kelemahan SFC yang paling mencolok. Di pekan 28 saat melawat ke kandang Persela Lamongan, dua gol penyeimbang tim lawan juga dihasilkan di menit 87 dan 90 sehingga pertandingan berakhir imbang 3-3. Kemudian di pekan 26, SFC yang sudah unggul akhirnya harus menyerah kalah di kandang PSM setelah kebobolan di menit 83 dan 90 dalam laga yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan tuan tumah. (Dedi)

RelatedPost