PALEMBANG — Diluar dugaan, jumlah peserta seleksi Sriwijaya FC U21 sudah melampaui target yang ditetapkan oleh panitia sebelumnya. Membludaknya jumlah peserta ini akhirnya membuat panitia yang terdiri dari manajemen SFC U21 serta Asprov PSSI Sumsel membuat kebijakan baru nantinya.

Hal ini disampaikan oleh Bambang Suprianto, Kabid Pembinaan Asprov PSSI Sumsel sekaligus asisten manajer SFC U21 di 2 musim terakhir. Hingga saat ini diakuinya lebih dari 200 orang yang sudah mengambil formulir pendaftaran di sekretariat SFC di komplek Mall Palembang Square.

“Jadi pendaftaran akan kami tutup Senin (13/3) sore dan buat yang sudah mengambil formulir sebelumnya agar segera mengembalikannya di sekretariat paling lambat Selasa (14/3),” ungkapnya saat dihubungi Minggu (12/3) siang.

Selain itu, pihaknya pun dengan tegas akan menolak peserta yang tidak lengkap secara administrasi. “Jadi jika tidak memiliki identitas asli Sumsel maka akan langsung ditolak, selain itu buat yang usianya juga masih 15-19 tahun juga tidak akan kami ikutkan dalam seleksi ini,” jelasnya.

Hal ini dilakukan pihaknya dikarenakan untuk usia 15 – 19 tahun akan ada tim sendiri yang kedepan juga disiapkan oleh manajemen SFC. “Nama dan datanya tetap kami simpan, namun akan kami panggil untuk seleksi U16 atau U19, bukan di seleksi SFC U21 saat ini,” tambahnya.

Selain peserta dari jalur umum, dalam seleksi ini pihaknya juga menyebut tetap akan memberikan kuota khusus bagi para pesepakbola yang berasal dari 17 kabupaten-kota di Sumsel. “Terutama dari daerah yang cukup jauh dari Palembang, mereka akan tetap akan libatkan di seleksi ini. Tetapi kami usahakan proses seleksi akan berlangsung selama 1 hari saja nantinya,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini SFC U21 sudah memiliki 26 pemain yang merupakan kerangka awal tim yang diproyeksikan untuk mengikuti kompetisi Liga 1 Indonesia U21 kedepannya.  “Kami tidak mematok jumlah yang akan diambil dari seleksi ini nantinya, namun jika ada yang sesuai dengan kebutuhan tim maka akan kami masukkan. Karena sama seperti sebelumnya akan ada promosi –degradasi,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait