PALEMBANG — Adanya delay penerbangan membuat skuad Barito Putera akhirnya gagal menggelar sesi latihan yang semula sudah dijadwalkan Kamis (11/5) sore di stadion Bumi Sriwijaya Palembang. Keterlambatan ini juga membuat tim asal Pulau Borneo merubah sesi jadwal uji coba lapangan yang biasanya selalu dilakukan sesuai dengan jam kick off pertandingan.

Barito Putera sendiri membawa 20 pemain terbaiknya guna menantang Sriwijaya FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, Sabtu (13/5) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. “Informasinya memang delay dan sekitar jam 19.00 WIB malam baru tiba di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, awalnya tadi sore sudah kita siapkan lapangan latihan. Besok juga permintaan dari manajemen Barito official training digelar pagi hari, berbeda dengan kick off pertandingan yang digelar 15.00 WIB,” jelas Taufik HD, panpel SFC yang bertugas mendampingi tim tamu saat dihubungi Kamis (11/5) sore.

Barito sendiri datang ke Palembang dengan catatan kurang baik setelah mengalami 2 kekalahan beruntun. “Yang jelas tidak ada satu pun dari kami yang nyaman dengan kekalahan ini. Pasti ada rasa kecewa dalam diri kami semua. Apalagi saat ini kami mampu meningkatkan animo masyarakat Banua terhadap dukungan kepada kami. Hal ini akan kami coba putus dan mendapatkan poin di Palembang,” ujar Jacksen F Thiago pelatih kepala Barito Putera saat dihubungi Kamis (11/5) malam. Menurutnya, meski dalam periode buruk, performa Rizky Pora dkk tidaklah mengecewakan. “Jujur, saya sebagai pelatih bangga dengan daya juang, permainan maupun loyalitas pemain selama ini. Dalam dua kali pertandingan yang kami mengalami kekalahan, secara permainan tidak mengecewakan. Spirit, militansi maupun karakter sangat kelihatan dalam penampilan anak-anak,” terangnya.

Sementara itu, panpel SFC sendiri  berencana menggelar sweeping kepada penjual asongan biasa berjualan di dalam lingkungan stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ). Hal itu dilakukan agar laga home Sriwijaya FC (SFC) versus Barito Putera Sabtu,(13/5) pukul 14.00 WIB berjalan kondusif.  “Tidak ada pelarangan kepada asongan untuk berjualan. Karena tidak mungkin kita memutuskan nafkah seseorang. Tapi kita lebih mengetatkan lagi agar asongan tidak menjual minuman masih menggunakan botol kemasan,”kata Sekretaris Panitia Lokal Faisal Mursyid Kamis,(11/5).

Dilanjutkannya ia berencana melakukan perketat pintu masuk untuk para pedagang asongan. Teknik para panpel dan penjaga pintu masuk akan melakukan razia kepada asongan dengan mengganti botol kemasan kedalam plastik. “Itulah yang akan mereka jual ke penonton sudah tidak ada lagi botol kemasan,”ujar Faisal.

Selanjutnya proses sweeping akan dilakukan Panpel didalam stadion. Apabila ada pedagang menjual minuman masih dalam bentuk botol kemasan akan tertibkan dengan cara mengganti botol ke plastik.

“Pastinya akan kita perketat agar pertandingan laga home berjalan sesuai koridornya. Maksudnya kami akan lebih konsentrasi lagi kedepan untuk kebaikan pertandingan kandang,”ungkapnya.

Sebelumnya, di laga terakhir saat SFC bertemu Bhayangkara FC (3/5) lalu, panpel banyak mendapatkan adanya pedagang asongan yang nakal sehingga beberapa penonton melemparkan botol minuman ke lapangan saat tensi pertandingan panas. (dedi)

Artikel Terkait