PALEMBANG — Bulog Divre Sumatra Selatan dan Bangka Belitung, optimis target pengadaan beras sebanyak 120.000 ton pada tahun 2017 diwilayah kerjanya Sumsel dan Bangka Belitung dapat tercapai, bahkan kemungkinan melampaui target.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, Bakhtiar AS, mengakui memang pada tahun sebelumnya terjadi keterlambatan pengadaan beras, yang semestinya pada bulan Januari sudah bisa masuk namun tertunda hingga Maret yang menyebabkan pengadaan beras hanya mencapai 87 persen dari yang target yang ditetapkan.

“Tahun ini kita yakin bisa mencapai target karena per Januari lalu sudah dilakukan pengadaan,” ungkap Bakhtiar,Sabtu, (18/02).

Oleh karena itu,Bakhtiar menuturkan bahwa kejadian tahun lalu dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk tahun ini untuk mencapai target 100 persen bahkan bisa lebih.

“Kita optimistis target tahun ini 120.000 ton bisa tercapai. Karena kami memang melihat upaya pemerintah untuk memperluas lahan tanam sangat mendukung,” kata Bakhtiar optimis.

Diungkapkannya, selama bulan Januari ini, pengadaan beras sudah mencapai 1000 ton yang berasal dari Banyiasin dan Ogan Komering Ulu. Selanjutnya masih akan terus digalakkan mengingat saat ini baru masuk masa tanam dan sebagian memasuki masa panen.

Ia meyakini, pada Maret mendatang musim panen akan masuk masa puncak sehingga masa pengadaan akan semakin banyak masuk ke gudang Bulog.

Untuk penyerapan beras itulah, pihaknya pun sudah menyiapkan anggaran sesuai dengan harga pembelian minimum kepada petani (HPP) yang sama seperti tahun lalu. Di Sumsel, daerah penghasil beras masih cukup banyak. Bukan hanya Banyuasin dan OKU, juga ada OKU Timur, OKU Selatan, Musi Banyuasin, Palembang, dan sebagainya.

“Tahun ini kita optimis semuanya lancar. Kita tidak merasa takut dengan adanya ancaman gagal panen akibat curah hujan yang berlebihan. Karena Bulog bersama Pemda sudah mensiasatinya,” ungkap dia.

Diantaranya dengan menyiapkan mesin pengering di sejumlah daerah baik oleh Bulog ataupun milik pemda dan petani sendiri. Selain itu, keyakinan pengadaan beras bisa mencapai target karena diyakini pada masa panen pertama hasilnya akan melimpah, barulah ditambahkan pada panen kedua dan ketiga.
“Ini sudah kita koordinasikan dengan pemda,” ujarnya. Bakhtiar menyebutkan, meskipun masih menunggu masa puncak panen, pihaknya kini masih memiliki cadangan beras di gudang Bulog

Diakuinya ada sekitar 45.000 ton beras di gudang Bulog yang mampu mencukupi hingga 6 bulan kedepan. “Masyarakat jangan kuatir. Pengadaan kita terus jalan dan ketersediaan beras di gudang kita masih mencukupi kebutuhan,” tutupnya.(juniara)

Artikel Terkait