PALEMBANG — Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan mengaku cukup terkejut mendengar adanya perubahan regulasi pemain U22 di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 pasca libur Idul Fitri. Namun perubahan ini diakuinya tidak akan terlalu berpengaruh ke skuad laskar wong kito mengingat pemain U22 yang sudah dimainkan selama ini cukup baik dan layak bermain ke tim inti.

“Tentu kita harus siap dengan perubahan regulasi ini, memang awalnya kita tetap mempersiapkan diri seperti biasa, termasuk juga kuota pemain U22 yang harus dimainkan plus pergantian pemain saat pertandingan nanti,” ujar pelatih asal Solo ini saat dihubungi Jumat (30/6) sore.

Namun pelatih yang sudah 5 musim menjadi bagian tim kebanggaan masyarakat Sumsel menyatakan bahwa hampir seluruh pemain U22 SFC layak bermain dan tidak bergantung dengan regulasi tersebut. “Dalam kondisi normal, mereka yang bermain pun karena kualitasnya memang layak dan pantas, bukan hanya bergantung kepada regulasi saja,” jelasnya.

Nama-nama seperti Zalnando, Yanto Basna atau Ichsan Kurniawan menurutnya punya kemampuan yang memang dibutuhkan untuk mengangkat performa tim. “SFC harus bersyukur karena mereka sudah ditempa dengan baik dan bisa bersaing dengan pemain senior lainnya. Tanpa ada regulasi pun mereka ada kesempatan bermain sejak menit awal,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pemain muda SFC Zalnando sudah sejak awal menyebut siap bekerja keras merebut 1 tempat di tim inti tanpa perlu bantuan regulasi ini. “Di SFC, motivasi kami sangat tinggi karena banyak pemain senior yang berkualitas. Itu membuat para pemain muda sangat bangga bermain di klub kasta tertinggi,” ujar alumus SFC U21 ini.

Pemain kelahiran Bandung 25 Desember 1996 ini menyebut pemain senior menjadi tolak ukur agar terus berkembang di dunia sepakbola. “Kami bisa latihan bersama dan menilai kemampuan. Selain itu, bisa menjadi semangat tambahan saat latihan atau bertanding apakah kami bisa melampaui mereka, itu yang membuat kami berkembang,” jelasnya.

Pemain yang pernah menimba ilmu di SAD Uruguay ini juga berharap agar rencana PSSI tersebut dapat ditinjau ulang nantinya. “Harapannya kembali normal seperti semula, karena jangan sampai kami hanya dimainkan karena ada aturan itu. Namun jika memang untuk kemajuan sepakbola tidak ada salahnya dicoba, tetapi perlu ada evaluasi apakah nanti efektif,” tambahnya. (Dedi)

Artikel Terkait