PALEMBANG — Kemenangan Arema Cronus atas PS TNI Jumat (25/11) serta keberhasilan Persipura menaklukkan Madura United, Sabtu (26/11) membuat dua tim tersebut kini berada di posisi teratas klasemen sementara kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Hasil itu juga praktis sudah mengubur ambisi Sriwijaya FC untuk mengakhiri musim sebagai juara TSC 2016.

Meski secara matematika juara TSC 2016 belum dapat dipastikan dan laskar wong kito masih bisa mengejar, namun posisi Firman Utina dkk di peringkat 5 sementara dengan poin 46 terbilang sulit untuk menggeser Arema Cronus yang sudah mematok poin 58 atau Persipura di urutan kedua dengan torehan poin 56.

Jika mampu memenangkan pertandingan atas Barito Putera, Senin (28/11) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, poin SFC akan bertambah menjadi 49 dan naik ke peringkat 3. Itu pun dengan catatan Bhayangara tertahan minimal hanya memperoleh 1 poin saat dijamu Persija Jakarta di stadion Manahan Solo dan Mitra Kukar juga tumbang atau imbang saat bertandang ke kandang PSM Makassar, Minggu (27/11).

Jika kondisi tersebut terjadi, 4 laga tersisa wajib disapu bersih oleh SFC melawan PS TNI (3/12) di stadion Pakansari Cibinong, dianjutkan duel head to head melawan Arema Cronus di Malang (8/12) serta 2 laga kandang terakhir melawan Bali United (11/12) serta PBFC (16/12). Jika mampu menyapu bersih seluruh partai tersebut, poin SFC akan maksimal mencapai 51 poin.

Selain syarat menyapu bersih semua pertandingan tersisa yang bisa diperjuangkan sendiri, SFC juga wajib dan harus melihat hasil klub lain seperti Arema Cronus, Persipura dan Madura United. Meski bisa saja tersaji, namun berharap ketiga klub tersebut kalah di semua pertandingan rasanya sesuatu yang sulit terjadi.

Madura United yang baru saja kalah 0-2 di kandang Persipura, Sabtu (26/11) masih menyisakan 2 laga kandang dan 3 laga tandang. Sementara Arema Cronus dan Persipura Jayapura menyisakan 2 laga kandang dan 2 laga tandang. Di atas kertas, peluang mengumpulkan poin penuh lebih besar dimiliki oleh Singo Edan dan tim Mutiara Hitam.

Dengan asumsi semua tim memenangi setiap laga kandang, tentu tim yang bermarkas di Kanjuruhan Malang itu yang paling berpeluang menjadi juara jika Persipura dan Madura United kalah di laga tandang. Namun Arema sendiri masih harus menjamu 2 tim papan atas Sriwijaya FC yang akan bertamu ke Malang di pekan ke 32 dan Persib Bandung di pekan ke 34.

Sementara Madura United sangat berpeluang untuk menjadi juara TSC jika mampu memaksimalkan dua laga kandang yang cukup berat yakni menjamu Semen Padang dan Perseru Serui. Tentunya dengan syarat mereka harus merebut poin penuh kala bertamu ke markas Persela Lamongan dan Barito Putera yang saat menjadi penghuni dasar klasemen.

Sementara peluang Persipura menjadi juara kini semakin terbuka lebar usai mengalahkan Madura United di pekan ke 30. Sebab 3 poin yang diraih ini mampu Madura United ke peringkat 3.

Belum lagi Persipura juga akan menghadapi PSM Makassar di pekan terakhir TSC 2016. Sehingga langkah tim muatiara hitam menuju juara TSC juga cukup sulit. Ditambah dua klaga tandang lawan Mitra Kukar dan Gresik United.

Lalu siapa yang layak juara? Apakah Madura United, Arema Cronus, Persipura Jayapura atau justru beberapa tim di bawahnya, jawabannya akan tersaji di akhir kompetisi TSC 2016 pada pertengahan Desember 2016. Sementara SFC kini harus merelakan ambisi menjadi juara dan bersiap menuju kompetisi resmi yang akan digelar oleh PSSI medio Maret tahun depan.

Kapten tim SFC, Supardi Nasir sendiri menyebut meski hampir pasti gagal merebut juara TSC 2016, pihaknya akan tetap fight di 5 laga tersisa dan merebut posisi 3 besar. “Jika berat menjadi juara, namun minimal SFC tidak boleh terlempar dari 3 besar, syaratnya 3 laga kandang tersisa harus kita menangkan dan setidaknya mendapat 4 poin di 2 laga tandang,” ujarnya singkat. (dedi)

RelatedPost