PALEMBANG — Meski belum diumumkan secara resmi, namun manajemen Sriwijaya FC terus mensosialisasikan rencana kepindahan home base laskar wong kito ke stadion Bumi Sriwijaya pada pertengahan September nanti. Beberapa persiapan juga terus dimatangkan mengingat stadion yang terletak di jantung kota Palembang ini punya beberapa perbedaan yang cukup mendasar bila dibandingkan dengan stadion GSJ yang sudah berstandar internasional.

“Terkait rencana kepindahan ini, maka poin utama yang ingin kami sampaikan bahwa manajemen SFC sangat mendukung penuh kebijakan Gubernur dan Pemprov Sumsel terkait persiapan menghadapi ajang Asian Games 2018 mendatang, termasuk juga rencana renovasi stadion GSJ yang akan dipakai sebagai salah satu venue cabor sepakbola nantinya,” ungkap sekretaris PT SOM selaku pengelola SFC, Faisal Mursyid, Rabu (30/8) siang.

Menurutnya, berdasarkan rapat koordinasi terakhir yang digelar pihaknya bersama jajaran Asprov PSSI Sumsel, Dinas PUCK dan kontraktor yang tengah melakukan renovasi venue untuk persiapan Asian Games 2018, maka disepakati bahwa manajemen SFC diminta untuk segera memindahkan pertandingan sisa kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 ke stadion Bumi Sriwijaya pada tanggal 15 September nanti.

“Namun kami sudah mengajukan permohonan dispensasi selama 2 hari karena pada tanggal 17 September nanti SFC masih akan menjamu PSM Makassar terlebih dulu, setelah itu barulah kita pindah ke stadion Bum Sriwijaya,” ujarnya. Terkait kepindahan ini, di awal September pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan operator kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 yakni PT Liga Indonesia terkait verifikasi stadion Bumi Sriwijaya.

“Tentu jika ingin digunakan, stadion Bumi Sriwijaya harus diverifikasi terlebih dulu. Saat ini sendiri progress renovasi sudah memasuki 40 persen dan sekarang lebih banyak ke bagian dalam seperti perbaikan ruang ganti, wasit, medis dan sarana penunjang lainnya. Namun kita optimis karena stadion ini mirip-mirip dengan stadion yang digunakan klub lain seperti Persela, Semen Padang, Gresik atau di Parekesit Balikpapan,” jelasnya.

Bila nantinya terdapat kekurangan, maka pihaknya pun sudah berencana untuk meminjam beberapa perlengkapan dari stadion GSJ. “Nantinya semua kita akan periksa ulang sesuai dengan ketentuan dari operator, namun kita optimis syarat minimal untuk lolos verifikasi bisa kita dapatkan,” tambahnya.

Siapkan Penjualan Tiket Secara Online

Selain persiapan sarana pendukung di dalam stadion, manajemen SFC juga menyebut telah melakukan antisipasi lainnya terkait jumlah kapasitas penonton di stadion Bumi Sriwijaya. Berdasarkan peninjauan terakhir, stadion ini hanya dapat menampung sekitar 8-10 ribu penonton, berbeda jauh bila dibandingkan dengan stadion GSJ yang bisa mencapai 30-35 ribu penonton.

“Hal ini juga sudah menjadi pertimbangan kami, karena itu manajemen beserta panpel merencanakan pola penjualan tiket secara online. Sehingga penonton yang datang ke stadion nanti benar-benar mereka yang sudah memiliki tiket,” bebernya.

Diharapkan dengan pola penjualan online ini, jumlah penonton yang datang ke stadion Bumi Sriwijaya dapat diminimalisir. “Untuk laga-laga yang diprediksi ramai seperti melawan Persija atau Arema, pasti kapastitas stadion tidak mencukupi. Karena itu kita berlakukan kebijakan seperti itu dan di hari H pertandingan sudah tidak ada lagi penjualan tiket,” tambahnya.

Selain itu, terkait lahan parkir pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa tiket untuk menjadi kantong parkir bagi penonton. “Ada 4 tempat yang kita siapkan yakni parkir mall Palembang Square, mall Palembang Icon dan lahan parkir DPRD serta kolam renang Lumban Tirta. Saat ini semua masih terus kita koordinasikan dengan seluruh pihak terkait,” pungkasnya.

Stadion Bumi Sriwijaya sendiri terletak diapit Jalan Angkatan 45 dan Jalan POM IX tersebut merupakan salah satu stadion tua yang ada di Palembang bersama Stadion Kamboja dan Stadion Patrajasa milik Pertamina. Stadion Bumi Sriwijaya dibangun menjelang Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tuan rumah POM (Pekan Olahraga Mahasiswa) IX yang berlangsung 1971. 

POM IX merupakan POM terakhir yang dikelola mahasiswa Indonesia kemudian berubah nama menjadi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Bersama pembangunan stadion Bumi Sriwijaya sebagai tuan rumah POM IX Sumsel juga membangun sebuah Gelanggang Olahraga (GOR) yang kini berubah nama menjadi PSCC (Palembang Sports Convention Centre) dan kolam renang Lumban Tirta serta perumahan atlet yang letaknya tidak berjauhan masih di sepanjang Jalam POM IX.

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI yang berlangsung 2004 stadion ini menjadi tempat pertandingan cabang atletik dan sepakbola. Stadion ini juga menjadi tempat pembukaan POMNAS XI yang berlangsung 2009. Tempat pertandingan cabang sepakbola pada Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 dan Asean University Games (AUG) XVII 2014. (dedi)

Artikel Terkait