PALEMBANG — Perkembangan pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Selatan sangatlah pesat, namun tentu harus diiringi dengan revolusi mental dari seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh ketua program studi Sosiologi, Pascasarjana Universitas Sriwijaya, DR Ridha Taqwa. Menurutnya, kemajuan pembangunan infrastruktur, terutama dalam  transportasi juga harus selaras dengan kesadaran masyarakat dalam ketertiban berlalu lintas.

Karena untuk struktur yang kuat, lanjutnya, dibutuhkan kesadaran serta kedisiplinan dan rasa taat dari masyarakat.

“Saat ini  revolusi mental di Sumsel  masih sangat kurang, apalagi  dalam kesadaran berlalu lintas masih banyak masyarakat yang melanggar, juga dari kebersihan masih banyak yang membuang sampah sembarangan,” jelas Ridha.

Oleh karena itu, dikatakannya, Masyarakat perlu diberikan pengarahan untuk merubah perilaku yang tidak sesuai aturan dan hal ini cukup sulit karena bukan seperti membangun perubahan fisik.

Dijelaskannya, upaya yang dilakukan tidak hanya dalam bentuk upacara dan seminar, melainkan  karakternya dibangun perindividu dan juga melalui kegiatan keagamaan agar langsung terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

“Memang untuk merevolusi mental perlu waktu yang lama dan memang perlu dibentuk generasi dengan pola yang baru, tetapi kita masih mempunyai kesempatan sebelum perhelatan Asian Games 2018 berlangsung agar pada saat perhelatan itu berlangsung, masyarakat kita sudah disiplin dan bermartabat dalam berperilaku” kata dia.

Ditambahkannya, pada momen Asian Games 2018  akan banyak orang yang berdatangan ke Sumsel, tidak hanya dari Berbagai daerah di Indonesia tetapi juga dari berbagai puluhan negara lainnya dan tentunya juga harus diiring dengan kultur masyarakat.

” Ini akan menjadi titik temu untuk mengubah kultur masyarakat kearah yang lebih baik lagi, karena nantinya kita pasti berupaya menampilkan yang terbaik,” singkatnya. (juniara)

RelatedPost