PALEMBANG — Untuk menjaga dan melindungi alam serta lingkungan hidup pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak pelaku pembangunan dan masyarakat agar berpartisipasi pengelolaannya secara langsung.

Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin disela peringatan hari lingkungan hidup sedunia dengan mengusung tema menyatu dengan alam di lapangan plaza Jakabaring Sport City Palembang, Rabu (12/7) menuturkan, jika lahan yang ada di dunia ini tidak akan pernah bertambah, oleh karena itu masyarakat harus menjaga kelestarian alam karena cepat atau lambat akan terjadi konflik antara manusia dan alam.

“Di kota Palembang dahulunya ada sembilan sungai kecil dan di depan kantor walikota Palembang dulunya itu adalah sungai Tengkuruk sekarang sungainya sudah hilang, ini adalah contoh konflik alam dan manusia adanya perubahan,” ungkap orang nomor satu di Sumsel ini.

Menurut Alex Noerdin, kekayaan sumber daya alam memang patut diberdayakan dengan baik, namun ia menegaskan bagi masyarakat dan pelaku pembangunan jangan hanya mengambil kekayaan alam dan merusak namun juga harus memberi dampak yang positif.

” Ayo kita jaga alam kita dengan memperlakukan alam secara adil, jangan hanya mengambil tetapi juga harus memberi. Kita ada PT Bukit Asam dan PT Pertamina yang mendapat penghargaan, barangkali hanya mereka yang mengambil hasil alam tetapi juga mereklamasi. Alhamdulillah ini adalah contoh yang baik,” ucapnya. (juniara)

RelatedPost