PALEMBANG — Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Pengrov Sumsel) menurunkan 43 atlet renang dalam festival Akuatik 2017 yang berlangsung di Venue Akuatik Jakabaring Sport City.

Memang rata-rata Atlet yang diturunkan dalam perlombaan masih tergolong pemula, usia 13-16 tahun. Hanya tiga atlet senior ikut serta yakni Sinta, Okta dan Raudha.

WhatsApp Image 2017-04-25 at 11.15.51

(sumber foto: laskarwongkito.com)

Dari pantauan di Lapangan Festival Akuatik Indonesia, perenang Sumsel berguguran setelah sebagian besar tidak lolos dalam babak final dan belum ada satu pun medali yang disumbangkan.

“Pertandingan renang terakhir besok, atlet kita juga masih ada yang turun. Tapi memang harapan meraih medali cukup sulit,” kata Sekretaris Umum PRSI Sumsel, Hunce J Hamzah, Selasa (25/04).

Menurutnya, sejauh ini hasil terbaik yang bisa diraih perenang asal Sumsel yakni rangking 7 di Final B. Ada yang menempati peringkat 12 di babak penyisihan kelompok umur. Hasil yang masih jauh dari harapan, mengingat sebenarnya Sumsel punya bibit atlet potensial dan fasilitas di Akuatik Stadium berstandar Internasional. Bahkan kalah bersaing dari Lampung yang bisa menyumbangkan 2 perunggu.

“Di kejurnas ini kelasnya sudah seperti Indonesia Open, karena atlet pelatnas pun ikut serta. Tapi tetap di kelompok umur juga belum menunjukkan ranking yang baik, rata-rata rangking 6 dan 7,” ucapnya.

Hasil mengecewakan itu, kata Hunce, jelas menjadi pekerjaan rumah pihaknya yang harus diselesaikan. Usai pagelaran ini mereka akan langsung rapat internal untuk membahas, apa saja kekurangan dan kendala yang dihadapi atlet maupun pelatih. Semuanya akan dievaluasi.
“Mulai perbaikan dari segi latihan, hingga kemungkinan kita akan pakai pelatih asing,” ungkapnya.

Namun tetap keikutsertaan sejumlah perenang muda Sumsel ini tidak disesali. Sebab, Hunce juga berharap ajang kejurnas ini bisa menambah pengalaman atletnya dan mengukur kekuatan lawan juga.

“Perkembangan atlet kita sebenarnya bagus, tapi daerah lain pun juga meningkat. Inilah yang pemikiran kita kedepan, bagaimana agar prestasi atlet yang dimiliki bisa selaras dengan fasilitas yang ada,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait