PALEMBANG — Munculnya wacana perekrutan Raphael Maitimo ke Sriwijaya FC menjadi perdebatan di kalangan pecinta laskar wong kito. Meski mengakui bahwa pemain naturalisasi asal Belanda ini punya kualitas untuk membantu tim kedepan, namun bergabungnya Maitimo dianggap bakal menimbulkan masalah baru nantinya.

“Jangan sampai panic buying, karena jika melihat posisi Maitimo sebenarnya kita banyak pemain yang perannya sama. Mulai dari Yu Hyun Koo, Manda Cingi, Hapit Ibrahim, Rahmad Hidayat lalu jika nanti Ichsan Kurniawan sudah sembuh,” ungkap Aiyadi Eko Neori, ketua umum Singa Mania saat dihubungi Kamis (2/3) siang.

Menurutnya, yang dibutuhkan SFC saat ini bukanlah gelandang perebut bola melainkan playmaker murni yang dapat membantu di lini depan. “Bukan gelandang box to box, tapi playmaker yang bisa menahan atau mengirim umpan di lini depan. Dulu kita punya Zah Rahan, Erick Weeks atau Firman Utina yang fasih memainkan peran itu,” jelasnya.

Diakuinya, saat ini sebenarnya SFC memiliki M Nur Iskandar yang punya kualitas serupa. Namun karena belum nyetel dan peran yang diberikan oleh pelatih berbeda, maka Nur Iskandar belum terlihat kemampuannya di lapangan hijau.

“Justru ini yang harus menjadi pertanyaan, di Semen Padang seorang Nur Iskandar sangat terlihat perannya. Bisa jadi pelatih yang tidak dapat memaksimalkan perannya, kalau memang dia tidak cocok bertahan maka lebih baik dibebaskan berkreasi di lapangan. Perekrutan Maitimo bukanlah jalan keluar terbaik dalam pandangan kami,” tegasnya.

Ketimbang mengeluarkan dana yang cukup besar kembali, pihaknya lebih berharap Widodo C Putro dapat memperbaiki kekurangan yang terlihat di turnamen Piala Presiden 2017 lalu. “WCP sepertinya minim kreasi, strateginya mudah ditebak. Cukup matikan Beto, Hilton atau Yu Hyun Koo maka separuh kekuatan SFC sudah hilang,” tambahnya.

Selain itu, perekrutan trio eks U19 yakni Maldini Pali, Hendra Sandi dan Indra Permana juga disorotnya sebagai salah satu contoh panic buying. “Di posisi winger sudah sangat menumpuk, namun dia tetap merekrut Maldini Pali dengan alasan regulasi U22, padahal kita melihat seorang Slamet Budiono, putera asli Sumsel terus memperlihatkan peningkatan. WCP harus ingat bahwa SFC juga punya peran untuk memajukan kualitas pesepakbola lokal dan binaan sendiri,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait