PALEMBANG — Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) yang ditargetkan rampung pada 30 September mendatang saat ini sudah mencapai angka 88 persen atau setara dengan 163 juta jiwa penduduk yang sudah merekam KTP-EL dari 183 jiwa yang ada.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatn Sipil, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakhrullah mengatakan pelayanan perekaman KTP-El terus berjalan dan tidak pernah terhenti.

“Semua masyarakat yang datang akan dilayani, yang penting masyarakat dateng dulu dan kita terus kejar target 30 september nanti,” katanya.

Jika masyarakat belum melakukan perekaman KTP-El di bawah tanggal 30 September bukan bearti masyarakat tersebut ilegal. “Tidak ada masyarakat yang ilegal, masih tetap penduduk Indonesia hanya saja mungkin mengalami kesulitan dalam pelayanan umum,” Ungkap Zudan.

Dijelaskannya, pelayanan umum seperti Taspen, BPJS dan Imigrasi mensyaratkan data kependudukan tunggal yang telah terekam dalam data center.

Untuk mempercepat proses perekaman KTP-EL, sambung Zudan, pihaknya terus membuka pelayanan Sabtu-Minggu. “Dari dulu pelayanan Sabtu-Minggu kita jalankan, tetapi untuk saat ini mungkin juga sampai malem karena kejar target,” kata dia.

Meskipun Kendala yang dihadapi tetap ada, seperti kerusakan alat perekam atau terlambatnya daerah mengambil blanko, tetapi dikatakan Zudan hal tersebut adalah wajar dan sudah mengantisipasinya. “Pengambilan blanko bisa setiap hari, kita sudah menyediakan untuk setiap daerah,” jelasnya.

Ditegaskan Zudan jika masih ada temuan masyarakat dimitai biaya untuk mengurus KTP-El harus dilaporkan. “Nanti kita hajar aja kalau ditemukan oknum seperti itu,” tegasnya. (juniara)

Artikel Terkait