PALEMBANG — Sebanyak 38 Sekokah Menambah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) negeri di Kota Palembang akan dilakukan perbaikan baik fisik maupun non fisik pada tahun 2017.

Untuk perbaikan gedung sekolah tersebut pemerintah akan menyiapkan dana melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Kota Palembang yang jumlahnya tidak sedikit, bahkan mencapai ratusan miliar rupiah.

Dikatakan Plt Kabid Perencanaan Pembangunan Sekolah (PPS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Herman Wijaya, alokasi dana rehab gedung SD dan SMP pada 2017 ini  sebesar Rp 130,1 miliar, terdiri dari rehab 22 SD Negeri dengan menelan dana sebesar Rp75 miliar dan 16 SMP Negeri sebesar  Rp 55,1 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan bersifat non fisik atau pengadaan barang dan jasa seperti pembelian mebeler, komputer, alat pembelajaran dan lainnya sebagainya.

“Sekarang sedang dilakukan pengukuruan titik nol di setiap sekolah, rencananya dalam satu atau dua minggu kedepan sudah mulai dilakukan proses pengerjaan,” ungkapnya, Selasa (6/6).

Dikatakan Herman, sejumlah sekolah yang akan direhab tersebut merupakan sekolah yang sudah mengajukan proposal pada anggaran 2017. Sehingga keberadaan gedung yang direhab dilakukan secara acak sesuai dengan keadaan darurat atau tidaknya sekolah yang bersangkutan. Hal ini menjadikan lokasi sekolah yang direhab tersebar dibeberapa kecamatan di Kota Palembang.

“Sebelumnya sudah dilakukan survei, dari hasil survei yang ditunjuk Disdik Palembang tersebutlah menjadi bahan pertimbangan. Khusus SD disurvei oleh tim dari SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 4, sedangkan  untuk SMP disurvei dari mahasiswa jurusan pembangunan  Polsri. Dan ketentuan ini merupakan aturan yang berlaku saat ini,” urainya.

Ditambahkannya, perbaikan gedung sendiri tidak hanya dilakukan sekedar memperbaiki saja namun lebih mendominasi pembangunan gedung baru karena kondisi gedung lama sudah tidak layak dipakai lagi. Selain itu, berbagai standar yang ada saat ini juga harus diterapkan seperti adanya keseragaman model gedung dua tingkat ataupun luas kelas yang akan dibangun harus sama satu dengan yang lainnya.

“Saat ini konsepnya lebih kepada meningkatkan gedung menjadi dua atau tiga tingkat karena lokasi tanah yang minim. Selain itu, luas lokal juga ada standar yang harus dipenuhi yakni untuk SD harus berukuran 7×8 meter dan SMP berukuran 8×9 meter. Tidak boleh beda dari ketentuan tersebut,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait