PALEMBANG— Upaya untuk memberikan bantuan bagi masyarakat kurang mampu yang terjerat kasus hukum agar mendapatkan keadilan yang setimpal terus digiatkan oleh Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradin).

Melalui pos bantuan hukum advokat Indonesia (Posbakumadin), Peradin berusaha mengubah pola pikir masyarakat bahwa untuk mendapatkan bantuan hukum dari Advokat tidak melulu harus mengeluarkan biaya.

Ketua Posbakumadin, Halim Jeverson Rambe usai pembukaan papat pimpinan nasional Peradin, Jumat (02/9) di hotel Aryaduta, mengungkapkan banyak anggapan bahwa.pencari keadilan harua membawa advokat yang dibayar “Oleh karena itu, kita merubah mindset tersebut dengan memberikan bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang kurang mampu tanpa harus dibayar,”

Kata dia, Posbakumadin terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terutama yang berada di dalam rumah tahanan bahwa ada bantuan hukum gratis dari advokat yang akan mendampingi pencari keadilan dari mulai persidangan hingga tuntas.

“Semua kasus kita tangani baik Perdata maupun Pidana. Prosedurnya ada beberapa tahap, yang utama harus ada surat keterangan tidak mampu setelah itu permohonan bantuan pada kita, dan kita dampingi kasusnya hingga tuntas tanpa ada perbedaan pelayanan, semaksimal mungkin kita memberikan yang terbaik,” papar Halim.

Sejauh ini, Halim mengatakan.sudah lebih dari 15.ribu kasus yang ditangani Posbakumadin. “Ada peningkatan 50 persen tahun ini, karena kita lebih banyak mengadakan sosialisasi baik ke rutan atau dalam berbagai kesempatan,” ujarnya.

Selain itu, Posbakumadin juga menjalin kerjasama dengan pemprov Sumsel untuk memberikan bantuan hukum cuma-cuma. Hal tersebut diakui oleh Wakil Gubernur Sumsel, H. Ishak Mekki.

Menurutnya, sejauh ini memang ada bantuan hukum di pemprov Sumel yang bekerjasama dengan Advokat dan Kejaksaan. “harapan kita peradin tetap eksis dalam upaya menegakkan keadilan di Republik Indonesia juga tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pencari keadilan,” Kata orang nomor dua di Sumsel.

Masih kata Ishak Mekki, Peradin adalah organisasi advokat yang pertama dan organisasi lain merupakan pecahan dari Peradin. “Semoga tetap solid dan bersatu untuk menegakkan hukum secara adil,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost