PALEMBANG — Tingkat konsumsi daging sapi di provinsi Sumatera Selatan realtif cukup tinggi, bahkan untuk mencukupi pasokan daging di pasaran pemerintah harus mengimpor daging baik dari luar provinsi maupun luar negeri.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi Sumsel berinisiatif memberikan pilihan daging kerbau yang akan diimpor dari India.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Selatan Ir. Permana, Selasa (26/10) mengungkapkan peminat daging kerbau di Sumsel cukup tinggi. Untuk itu dirinya akan mendatangkan kerbau dari India dan beberapa daerah di Indonesia.

“Di beberapa daerah di Indonesia kerbau mempunyai peminat dan juga kebanggaan tersendiri bila di jadikan mahar nikah karena kerbau dinilai cukup sakral,” ungkapnya.

Ditambahkannya, daging kerbau juga memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan daging sapi. Saat ini mendatangkan kerbau masih dalam proses, dan akan di realisir untuk perayaan natal dan tahun baru.

“Harga daging kerbau lebih murah dibandingkan harga daging sapi, untuk tahap pertama akan didatangkan 10 ton daging kerbau oleh Bulog. Saat ini kita belum terbiasa konsumsi daging kerbau,” katanya.

Lanjutnya, kalau ternyata permintaan daging kerbau banyak, nantinya akan membuka keran impor dari India. Kebijakan impor daging kerbau dari India merupakan kebijakan pemerintah dan Menteri Perdagangan.

“Pemerintah akan mencari pasar baru supaya tidak terjadi monopoli daging dari Australia saja, saat ini jumlahnya tidak banyak dibandingkan sapi Australia,” tutupnya. (juniara)

Related Post