PALEMBANG — Keputusan PSSI menghapuskan Liga U21 disesalkan oleh manajemen Sriwijaya FC. Pasalnya, keputusan untuk menghapus kompetisi ini tanpa solusi bagi klub-klub yang selama ini sudah fokus membina pemain di kelompok umur tersebut.

“Memang saat rapat sosialisasi kemarin muncul rencana tersebut. Liga U21 dihapus dan digantikan oleh U19 karena mengacu pada konsep kompetisi di AFC,”  ujar sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid yang menjadi perwakilan SFC saat acara sosialiasi Liga 1 di Jakarta, Kamis (16/3) kemarin.

Penghapusan ini pun sontak membuat kecewa manajemen SFC U21 yang sejak beberapa bulan lalu sudah bersiap menyambut pelaksanaan kompetisi Liga 1 U21. “Ini benar-benar sangatlah tragis! Karena kami juga bingung mau bilang apa kepada anak didik yang sudah dibina selama ini, kemudian juga kepada 542 peserta seleksi SFC U21 yang baru digelar kemarin,” ujar Kabid Pembinaan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bambang Supriyanto, Jumat, (17/3) sore.

Menurutnya, tidak hanya kerugian waktu, namun juga sudah banyak finansial yang telah dikeluarkan selama ini. “Kalau 1 klub saja punya 30 pemain yang dipersiapkan selama ini, total berapa banyak pemain yang seharusnya tetap dipikirkan nasibnya. Semestinya disosialiasikan terlebih dulu, lalu kalaupun dihapuskan tetap ada wadah buat mereka berkompetisi,” keluhnya.

Menurutnya, kompetisi U19 yang disebut sebagai pengganti U21 juga tidaklah tepat. “Seharusnya semakin banyak kompetisi kelompok umur maka justru semakin baik dan saling melengkapi. Kita mendukung kewajiban klub yang harus punya tim U16 dan U19, tetapi yang U21 jangan sampai dihilangkan, apalagi dengan cara dibunuh seperti ini,” tegasnya.

Diakuinya, SFC dan Asprov PSSI Sumsel selama ini pun sangat peduli dengan proses pembinaan pemain muda. “Kami dalam 2 tahun terakhir mampu masuk final U21 lalu semifinal PON Jabar. Sekarang pun di tim senior ada 10 pemain yang merupakan alumnus SFC U21 serta PON Sumsel. Bahkan saat ada wacana kewajiban memiliki tim U19, kami langsung menseleksi pemain yang datang dari seluruh kabupaten-kota disini, PSSI harus juga mendengar suara dari daerah,” tambahnya. (dedi)

Artikel Terkait