Jakarta: Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur (29/8) pagi, kembali mengguncang Asian Games 2018, dimana 3 pesilatnya di nomor seni kemabli menambah pundi-pundi emas pasukan Merah Putih. Sugianto di Tunggal Putra, Simran/Sonia di Ganda Putri, dan Regu Putri.
Medali emas menjadi pembuka hari terakhir pertandingan cabor silat Asian Games (29/8), dipersembahkan pesilat kita Sugianto menjadi yang terbaik dengan nilai 471 jauh meninggalkan lawan-lawannya. Ilyas Sadara dari Thailand di tempat kedua yang berhak perak dengan nilai 460 dan Almohaidib Abad dari Philipina hanya peroleh perunggu dengan nilai 455.
“Alhamdulillah untuk emas sesuai taget saya, tetapi dari nilai saya tidak menyangka diatas target. Saya mentargetkan nilai 467 ternyata dapat 471. Terima kasih atas bonus dari pemerintah 1,5 M akan saya pergunakan untuk masa depan anak saya yang sekarang masih berusia 3 bulan,” ucap Sugianto.
Perihal upaya Menpora Imam Nahrawi mendorong untuk pencak silat dapat menjadi eksebisi di Olimpiade Tokyo 2020 melalui Menteri Olahraga Jepang saat bertemu di Kemenpora (27/8), atlet-atlet menyambut gembira.
“Jika saya diberi kesempatan untuk ikut eksebisi di Tokyo nanti tentu kami siap, dan memang setiap atlet pasti bermimpi untuk dapat tampil di multi even tertinggi dunia olimpiade,” tambah pesilat kelahiran Pasar Minggu DKI Jakarta ini.
Di Ganda Putri, Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti tak mau ketinggalan turut sumbang medali emas Indonesia. Mengumpulkan nilai 574, menundukkan para atlet silat dari Thailand (Saowanee Chanthamunee/Oraya Choosuwan) nilai 564 dan Malaysia (Nor Hamizah Abu Hassan/Nur Syazreen A Malik) nilai 558.
“Sebetulnya kami tak menyangka bisa tampil di Asian Games ini, karena pasca PON Jabar kami sudah pensiun karena hamil. Ketika kami dipanggil lagi dan Indonesia tuan rumah, kami termotivasi dan kami buktikan bisa,” kata Ni Made Dwiyanti.
Akhir nomor seni hari ini semakin memperlihatkan para jawara silat Nusantara kian mendominasi. Regu Putri yang terdiri dari Pramudita Yuristya, Lutfi Nurhasanah, danĀ  Gina Tri Lestari mengumpulkan nilai 466 berhak emas. Sementara perak Regu Vietnam nilai 464 dan perunggu Regu Thailand nilai 448. Dengan demikian cabor pencak silat hingga saat ini mendongkrak perolehan medali emas Indonesia menjadi 27. (cah).Pencak Silat Nomor Seni Dongkrak Emas Indonesia Menjadi 27
Jakarta: Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur (29/8) pagi, kembali mengguncang Asian Games 2018, dimana 3 pesilatnya di nomor seni kemabli menambah pundi-pundi emas pasukan Merah Putih. Sugianto di Tunggal Putra, Simran/Sonia di Ganda Putri, dan Regu Putri.
Medali emas menjadi pembuka hari terakhir pertandingan cabor silat Asian Games (29/8), dipersembahkan pesilat kita Sugianto menjadi yang terbaik dengan nilai 471 jauh meninggalkan lawan-lawannya. Ilyas Sadara dari Thailand di tempat kedua yang berhak perak dengan nilai 460 dan Almohaidib Abad dari Philipina hanya peroleh perunggu dengan nilai 455.
“Alhamdulillah untuk emas sesuai taget saya, tetapi dari nilai saya tidak menyangka diatas target. Saya mentargetkan nilai 467 ternyata dapat 471. Terima kasih atas bonus dari pemerintah 1,5 M akan saya pergunakan untuk masa depan anak saya yang sekarang masih berusia 3 bulan,” ucap Sugianto.
Perihal upaya Menpora Imam Nahrawi mendorong untuk pencak silat dapat menjadi eksebisi di Olimpiade Tokyo 2020 melalui Menteri Olahraga Jepang saat bertemu di Kemenpora (27/8), atlet-atlet menyambut gembira.
“Jika saya diberi kesempatan untuk ikut eksebisi di Tokyo nanti tentu kami siap, dan memang setiap atlet pasti bermimpi untuk dapat tampil di multi even tertinggi dunia olimpiade,” tambah pesilat kelahiran Pasar Minggu DKI Jakarta ini.
Di Ganda Putri, Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti tak mau ketinggalan turut sumbang medali emas Indonesia. Mengumpulkan nilai 574, menundukkan para atlet silat dari Thailand (Saowanee Chanthamunee/Oraya Choosuwan) nilai 564 dan Malaysia (Nor Hamizah Abu Hassan/Nur Syazreen A Malik) nilai 558.
“Sebetulnya kami tak menyangka bisa tampil di Asian Games ini, karena pasca PON Jabar kami sudah pensiun karena hamil. Ketika kami dipanggil lagi dan Indonesia tuan rumah, kami termotivasi dan kami buktikan bisa,” kata Ni Made Dwiyanti.
Akhir nomor seni hari ini semakin memperlihatkan para jawara silat Nusantara kian mendominasi. Regu Putri yang terdiri dari Pramudita Yuristya, Lutfi Nurhasanah, danĀ  Gina Tri Lestari mengumpulkan nilai 466 berhak emas. Sementara perak Regu Vietnam nilai 464 dan perunggu Regu Thailand nilai 448. Dengan demikian cabor pencak silat hingga saat ini mendongkrak perolehan medali emas Indonesia menjadi 27. (cah)

Artikel Terkait