PALEMBANG — Pemerintah provinsi Sumsel menyiapkan alokasi anggaran untuk membayar gaji guru honor SMA/SMK sebesar Rp 15 miliar untuk tahun 2017.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Budiono didampingi Kasubag Keuangan Markoginta menyebutkan, hingga kini pemerintah masih mencari pola yang pas untuk melakukan pembayaran sesuai dengan aturan yang ada.

“Saat ini kita menganggarkan Rp 15 Milliar untuk 705 Guru honor SMA/SMK Sumsel selama satu tahun,” ungkapnya sai menghadiri rapat pembahasan pembayaran gaji guru dan pegawai Disdik Provinsi Sumsel di Ruang Rapat Setda yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Yohanes Hasiholan Toruan, Rabu (15/3).

Budiono menambahkan, pemerintah hanya mengakui guru honor yang di SK kan oleh Bupati dan Walikota, untuk yang 3.228 itu tercatat guru honor dengan SK Kepsek dan Komite sekolah.

“Memang saat ini gaji guru honor di Sumsel sangat variasi, ada yang 300 hingga 1 juta perbulan, tapi kita anggarkan sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) Sumsel,” katanya

Menurut Budiono secepatnya akan dilakukan pembayaran terhadap guru honor yang dimaksud.

“Secepatnya kita lakukan pembayaran jika pola pembayaran nya sudah rampung, karena dana nya sudah tersedia. Secepatnya kita bayarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mendapatkan gaji honor guru harus mengajar 20 Jam/ Minggu. Kemudian ijazahnya harus linear contoh.

“Guru Bahas Inggris mengajar Praktek Karya,” jelasnya.

Tanggungjawab pembayaran intensif mengajar guru guru honorer  tingkat SMA/SMK merupakan kewajiban Pemrov Sumsel berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

“Di UU No 23/2014 itu kalau tidak salah kan sudah diatur semua mengenai pelimpahan kewenangan tenaga pengajar  tingkat SMA/SMK yang juga sudah termasuk guru guru honorer. Pertama, UU No 23/2014 sudah jelas mengatur tata penganggaran gaji guru guru honor SMA. Artinya, pengganggaran khusus mereka adalah kewenangan provinsi,” tukasnya. (juniara)

Artikel Terkait