PALEMBANG — Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang merupakan organisasi Islam ini memiliki komitmen bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Sumsel.

Prof. Dr. Anis Saggaff, MSCE selaku KetuaICMI Sumsel, Rabu (14/9) mengungkapkan, organisasi merupakan kendaraan untuk membina umat. Menurutnya, tujuan mulia tersebut akan lebih mudah tercapai jika dilakukan bersama dengan sinergi pihak-pihak yang memiliki wewenang atau kekuasaan.

“Kita ingin membangun umat dengan konsep Islam dan bekerja sama dengan Pemprov Sumsel,” kata Anis yang juga Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) ini.

Dijelaskan Anis Saggaff, upaya membangun umat tersebut dilakukan dengan pelatihan dan pendidikan karakter, intelektual dan spiritual.

“Kalau MUI, dia berdasarkan pendidikan keagamaan. Kalau ICMI berdasarkan pemikiran intelektual baik umum maupun berbasis agama Islam. Saya yakin ICMI, MUI dan pemerintah serta kita semua akan jadi kekuatan untuk membangun umat,” kata dia.

Dalam hal perkembangan glabal saat  ini pun, menurut Anis, yang harus dilakukan ialah bagaimana caranya umat terpelihara dan dapat mengambil manfaat dari perekmbangan teknologi ini karena masyarakat harus menguasai ilmu iman dan takwa (imtak) dan ilmu pengetahuan dan teknologi
(iptek).

Sementara, Prof. Dr. Aflatun Muchtar, MA selaku Ketua MUI Sumsel mengaku ingin mengintensifkan pendidikan kader ulama dan seminar budaya Sumsel. Upaya tersebut menurutnya akan dikoordinasikan dengan MUI di 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

“Kita harus membina para remaja dan anak-anak agar mereka punya budi pekerti luhur dan mulia. Ini bisa jadi salah satu upaya menciptakan bibit untuk membangun umat dan m,ereka harus berguna bagi daerah tempat tinggal mereka,” urainya.

Selain itu, masih kata Aflatun, poin kedua MUI yaitu berkeinginan untuk menyatukan ulama dan pemimpin. Kedua komponen ini menurutnya punya tujuan yang sama dan saling mendukung.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Sumsel Alex Noerdin dengan bangga mengungkapkan tingginya rasa toleransi yang dimiliki antar umat beragama di Sumsel harus diacungi jempol karena selama ini tidak pernah terjadi perpecahan apalagi mengakibatkan benturan dan konflik.

Hal tersebut dinilainya berkat masyarakat Sumsel yang hidup rukun dan menjaga solidaritas, sehingga inilah yang menurutnya merupakan salah satu keunggulan Sumsel.

Namun lanjutnya, tren positif ini perlu dijaga bersama forum atau lembaga umat dalam hal ini MUI dan ICMI untuk turut serta merangkul dan membangun umat.

“Daerah kita harus senantiasa aman jika tidak ingin kehilangan kepercayaan orang untuk berinvestasi. Pembanguann harus tetap jalan dan kestabilan daerah tetap ditingkatkan karena menyangkut kebaikan kita semua. Harus dipertahankan,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost