PALEMBANG — Kesiapan pemerintah provinsi Sumsel untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018 terlihat dari pembangunan infrastruktur yang tengah getol dilakukan secara masif.

Setidaknya,ada Rp 68 Triliun dana dari pusat dihibahkan untuk membangun infrastruktur penunjang Asian Games. Oleh karena itu, Pemprov Sumsel melalui Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang mengajak semua pihak, terutama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk menyukseskan pembangunan yang ada di Sumsel.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang provinsi Sumsel, Ucok Hidayat, disela kegiatan pembukaan Musyawarah Daerah XI IAI Sumsel di hotel Grand Zuri Palembang (24/03) menyebutkan, kita harus bangga menjadi wong Sumsel karena bisa menjadi tuan rumah kegiatan internasional Asian Games. “Tujuan kita bukan kegiatannya, tetapi infrastruktur yang kita dapatkan setelah penyelenggaraan Asian Games karena itu untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Ucok berharap, IAI Sumsel dapat berperan serta dalam pembangunan infrastruktur dikarenakan butuh keahlian khusus dari Arsitek dalam merancang dan mengahasilkan bangunan yang berkualitas.

“Mudah-mudahan nanti, Musda ini bisa menghasilkan Arsitek yang baik untuk kemajuan Sumsel dan kita harapkan peran serta partisipasi dari IAI Sumsel,” harapnya.

Sementara, Ketua IAI Sumsel Zuber Angkasa mengatakan dengan adanya Musda IAI Sumsel bertambah juga jumlah Arsitek yang berkualitas di Sumsel yang diharapkan bisa menjadi kekuatan bagi Sumsel untuk menghasilkan kinerja yang baik.

“Sampai saat ini anggota IAI Sumsel ada 266 orang dan yang memiliki sertifikat keterampilan Arsitek (SKA) ada 16 orang. Untuk mendapatkan SKA ini banyak proses yang harus dilalui secara sistematis, kedepannya kita berharap anggota kita semuanya memiliki SKA,” singkatnya. (juniara)

Artikel Terkait