PALEMBANG — Adanya Program Sekolah Gratis (PSG) yang diinisiasi oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan, ditujukan untuk mendukung proses belajar mengajar. Pasalnya biaya yang di keluarkan oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak bisa mengcover secara keseluruhan.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Seksi Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan (Kasi Dikmenti Disdik) Sumsel, Boni Syaprian. Dijelaskannya, PSG  bisa membiayai kegiatan selain belajar mengajar, seperti  kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. “PSG sesuai dengan perkembangannya mungkin akan dilakukan sosialisasi tentang penggunaan dana PSG karena memang sudah tahun ke tujuh,”  ungkapnya.

Menurut Boni, Memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan perlu di revitalisasi lagi. Untuk itu, Tim PSG di Sumsel sudah menyiapkan  berbagai hal untuk perbaikan,  baik dari sisi  ketentuan, landasan hukum, dan peraturan undang-undang.

Diungkapkannya, Kemungkinan dengan dana yang terus menurun dan kebutuhan sekolah terus meningkat, ada kegiatan-kegiatan yang selama ini tidak bisa ditunjang oleh Dinas Pendidikan dan bisa dilakukan oleh PSG.

Diharapkan setelah ada beberapa perbaikan, PSG dapat memberikan kontribusi lebih bagi pembangunan pendidikan di Sumsel sehingga membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.  (juniara)

RelatedPost