Meski sudah mendapat bantuan 20 bus dari Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, namun persiapan kelompok suporter Sriwijaya FC untuk berangkat mendukung langsung laskar wong kito di babak final melawan Persib Bandung, Minggu (18/10) masih mengalami kendala. Beberapa perusahaan bus yang awalnya sudah menyatakan kesediaannya mengangkut Singa Mania dkk, belakangan merubah keputusannya.

“Informasi terakhir yang kami dapat, perusahaan bus tersebut membatalkan niatnya karena khawatir terhadap kondisi bus mereka. Meski suporter SFC tidak memiliki riwayat perselisihan dengan bobotoh atau Jakmania, namun mereka enggan mengambil resiko dan kejadian bus yang mengangkut Persib Bandung usai final di Palembang akhir tahun lalu dijadikan contohnya,” jelas ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko Neori saat dihubungi Kamis (15/10) sore.

Menurut para pemilik bus, saat itu setidaknya dibutuhkan biaya perbaikan minimal 10 juta/bus pasca penyerangan terhadap bobotoh di beberapa wilayah. “Meski kami sudah memberikan penjelasan, namun tetap saja perusahaan bus tidak mau mengambil resiko. Apalagi berbeda dengan bobotoh yang akan mendapat pengawalan oleh aparat keamanan secara berlapis, maka suporter SFC akan berangkat dengan mandiri dan cuma didampingi korlap internal,” tambahnya.

Opsi lain seperti pemberangkatan menggunakan kereta api pun mulai diapungkan. “Namun jika via kereta api, ada beberapa masalah lain seperti mobilisasi massa yang akan jauh lebih rumit. Karena akan beberapa kali turun dan berpindah angkutan sebelum sampai ke GBK,” jelasnya. Namun pihaknya mengaku tidak akan menyerah dan terus berusaha hingga batas waktu terakhir.

“Kami sangat mengapresiasi langkah sekretaris tim SFC yang langsung bergerak cepat mencari solusinya. Apapun pola pemberangkatan nantinya, Singa Mania berharap dapat mendampingi para pemain di partai final nantinya,” ungkapnya.

Beberapa anggotanya sendiri memang sudah menyiapkan opsi menyewa mobil rental jika perusahaan bus masih enggan mengangkut para suporter. “Meski biayanya akan jauh lebih mahal, namun itu adalah opsi terakhir yang paling realistis. Mungkin dari sisi jumlah anggota yang berangkat juga akan mengalami penurunan, namun apapun caranya kami harus tiba di GBK hari Minggu (18/10) nanti,” pungkasnya.