PALEMBANG — Walau mendukung langkah untuk kemajuan sepakbola di tanah air, namun manajemen Sriwijaya FC menilai pembatasan usia di kompetisi tertinggi di tanah air bukan menjadi solusi terbaik. Di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu, beberapa pemain yang berusia di atas 30 tahun terbukti masih mampu menjadi pilar penting laskar wong kito.

Sebagai bukti di posisi pertama pemain dengan penampilan terbanyak diraih oleh Supardi (33) yang mencatat 33 caps dan 2951 menit. Kemudian untuk urusan mencetak gol terbanyak diraih oleh Alberto Goncalves (46) dengan total 25 gol, lalu Hilton Moreira (36) yang mencetak 9 gol.

Sementara untuk ketahanan fisik, TA Musafri yang berusia 34 tahun masih menjadi yang terbaik Vo2 Max-nya. Atas dasar ini, sekretaris tim SFC Ahmad Haris berharap para pemangku kebijakan dapat lebih memperhatikan rencana kebijakan tersebut.

“Poinnya kami mendukung upaya perbaikan sepakbola nasional, namun perlu diperhatikan nasib para pemain yang terkena dampak dari kebijakan tersebut. Mungkin musim ini masa peralihan dan baru diterapkan penuh tahun depan,” ungkapnya saat dihubungi Selasa (10/1) sore.

Menurutnya, banyak dari pemain tersebut yang masih aktif bermain dan pasti memerlukan waktu guna menyiapkan karier lanjutan nantinya. “Kalau mau jadi pelatih, tentu harus ikut kursus dan tidak mudah plus memerlukan waktu mendapatkan lisensi. Tidak elok juga jika langsung mematikan rejeki mereka,” ungkapnya.

Selain itu, aturan ini pun diakuinya tidak pernah ditemui dan mungkin baru Indonesia yang menerapkannya. “Tapi ini kan belum final, semoga ada titik temu dan solusi terbaik nantinya,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan pelatih SFC, Widodo C Putro yang menyebut sepakbola adalah permainan tim dan tidak bergantung pada kualitas individu 1 pemain saja. “Soal usia, mungkin bisa melihat Beto yang jadi top skor kemarin. Selain itu, sepakbola kan kolektif dan peran pelatih juga sangat penting dalam menyusun pemain yang akan bertanding,” ungkap pelatih asal Cilacap ini.

WCP yang mengakhiri karier sepakbola di usia 33 juga menambahkan bahwa peran pemain senior juga masih dibutuhkan di lapangan untuk membimbing para juniornya. “Tetapi silahkan diterapkan sebagai upaya peningkatan sepakbola nasional, namun tentu akan ada evaluasi nantinya, apakah hal ini cukup efektif atau tidaknya,” tegasnya. (Dedi)

RelatedPost