PALEMBANG — Target pembangunan Listrik Tenaga Surya(PLTS) yang awalnya direncanakan akan dimulai pada bulan Maret 2016 molor menjadi bulan Januari 2017.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Alex Noerdin di Griya Agung, Jumat (07/10). Diakuinya, keterlambatan itu disebabkan permasalahan lahan yang belum diselesaikan, juga belum didapatkan agreement dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dikarenakan menunggu rapat green conection pada 28-29 Oktober 2016 yang akan datang.

“Setelah Perusahaan Daerah Pertambangan Dan Energi (PDPDE) menyerahkan hasilnya maka akan diteliti. Pembangunan PLTS 2 Megawatt di Jakabaring saat ini memang diluar target,” ungkap Alex Noerdin usai bertemu dengan Sharp Corporation, Mr. Tatsuya Sato, Ms Shoko Fukahori dan Richard Susilo.

Alex Noerdin melanjutkan, pembangunan PLTS 2 mega watt masih dalam skala kecil, dan hanya.memakan waktu pembangunan setengah tahun. Kedepannya, Ia akan melakukan pembangunan PLTS  besar-besaran di pesisir timur Sumsel.

Ditambahkannya, pembangunan PLTS saat ini pada tahap pembahasan dan melengkapi administasi. Pembangunan PLTS akan menggunakan areal seluas 4 – 5 hektar.

“Setelah selesai pembangunan PLTS, maka listrik akan disuplai ke PLN. Nantinya terserah PLN akan menyuplai kemana, mengenai besaran investasi yang akan dikucurkan oleh Sharp belum ada angka pasti karena masih belum final,” katanya.

Alex Noerdin menargetkan sebelum Asian Games 2018 PLTS harus sudah selesai, karena PLTS menjadi salah satu kebutuhan. (juniara)

Related Post