PALEMBANG — Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang direncanakan akan menjadi masjid termegah dan tercangih se-Asia, saat ini mengalami banyak hambatan.

Gubernur provinsi Sumatera Selatan, Alex Noerdin mengakui, pembangunan masjid tersebut mengalami berbagai hambatan. “Kendala banyak, lahan banyak ditanami pisang, masyarakat demo, tapi akan diselesaikan,” ucapnya saat diwawancarai usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Sumsel, Senin (29/5).

Selain berbagai hambatan tersebut, Alex juga mengungkapkan kendala terbesar yang dihadapi pihaknya yakni pendanaan.

“Kendala paling berat itu adalah dana. Setengah mati kito carike dananyo, nak keliling cari dananyo tapi belom ada waktu,” terangnya.

Alex juga menjelaskan, jika menggunakan APBD untuk pembangunan masjid tersebut, dirinya meyakini tidak akan sanggup karena dinilai terlalu besar.

“Kalau pakai APBD terlalu besar, tidak sanggup APBD mendukungnya, apalagi APBD masih banyak kegunaan untuk yang lain. Jadi kita harus mencari bantuan dari pihak ketiga,” tukasnya. (Juniara)

Artikel Terkait