PALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang memang tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan Light Rail Transit (LRT) untuk menyambut Asian Games 2018 serta alternatif mengatasi kemacetan beberapa tahun mendatang yang diprediksi akan menjadi persoalan besar bagi daerah perkotaan.

Saat ini, warga Kota Palembang semakin hari semakin tak bisa menghindari kemacetan, mulai dari pagi, siang hingga sore hari. Selain memang volume kepadatan kendaraan semakin meningkat ditambah lagi akibat ada penyempitan di sejumlah jalan akibat pembangunan LRT.

Terkait dengan kondisi tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Jum’at (10/11)  lagi-lagi mengajak agar masyarakat bersabar dan bisa memahami kemacetan yang semakin luar biasa akibat pengerjaan sejumlah proyek.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pembangunan besar-besaran yang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini membuat masyarakat tidak nyaman akibat kemacetan yang terjadi.

“Memang harus diakui hampir setiap hari ada kemacetan yang membuat tidak nyaman baik masyarakat Palembang,” ujar Alex.

Oleh karena itu, Alex menyampaikan meski pekerjaan LRT belum sampai setahun, namun kemajuannya menggembirakan di jalur sepanjang 24 km, dan saat ini sudah dimulai pembangunan jalur diatas yang menyeberang Sungai Musi.

“Nantnya tiang pancang yang ada diSungai Musi akan ditanam dari dasar sungai ke bawah dengan kedalaman hingga 42 m, sedangkan dari dasar sungai ke atas panjangnya 21 meter, seluruhnya sepanjang 63 meter panjang tiang,” jelasnya.

Oleh karena itu ia menyampaikan kondisi  ini harap dimaklumi karena bisa dipastikan akibat sejumlah pembangunan sejumlah proyek ini akan terjadi kemacetan yang luar biasa.

“Saat  sedang dilakukan sekaligus dua proyek jembatan musi, jalan tol, fly over, underpass dan pembangunan yang lain, oleh karenanya mohon doa dari semua pihak agar apa yang diharapkan bisa berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. (juniara)

RelatedPost