PALEMBANG¬†— Pembangunan light rail transit (LRT) yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017, saat ini proses pengerjaannya tengah diliburkan karena masih dalam suasana libur hari raya Idul Fitri.

Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Sudirman HM mengatakan para pekerja LRT telah diliburkan sejak H-10 hingga H+10 setelah lebaran. “Senin nanti Insya Allah sudah mulai kerja seperti biasanya,” kata Sudirman, Rabu (13/7).

632b6b74-344a-4878-a2df-54d7332c1377

Sebelum diliburkan, sambung Sudirman, pihaknya telah menginstruksikan untuk merapikan badan jalan di lokasi pembangunan LRT agar dirampingkan lagi sehingga jalan lebih luas dan tidak akan menimbulkan kemacetan.

Ia menambahkan, walaupun pekerja pembangunan LRT liburnya cukup lama tetapi tidak akan menghambat penyelesaian pembangunan LRT dan sesuai target yang telah ditentukan. “Pekerja itu kebanyakan dari pulau Jawa dan punya kontraktor masing-masing, saya rasa PT. Waskita Karya yang menghandle proyek ini sudah ada hitung-hitungan, walau libur lama target tetap tercapai,” ujar Kabid LLAJ dan Perkeretaapian Dishubkominfo Sumsel.

Saat ini tahap pembangunan LRT sudah berjalan lebih dari 30 persen dari infrastruktur dalam waktu kurang lebih sekitar sembilan bulan sejak proses pengerjaan awal. “Target kita, 2017 akhir selesai dan Januari hingga Juni 2018 LRT sudah bisa dilakukan uji coba,” harap Sudirman.

Terkait persoalan izin, Sudirman mengatakan telah melakukan koordinasi dengan instansi dan pihak terkait, berhubung pembangunan LRT tidak ada pembebasan lahan jadi tidak ada masalah. “Tetapi jika badan jalan yang ada papan iklannya terkena itu tanggung jawab walikota,” katanya.

“Kita juga mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk tidak mengeluh jika ada penyempitan jalan, karena ini hanyak sebentar nanti kedepannya kita yang akan menikmati hasilnya,” tutupnya. (juniara).

RelatedPost